Ratusan personel Basarnas perbantuan mulai berlabuh di Acehdan Sumut

Ratusan personel Basarnas perbantuan mulai berlabuh di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, untuk memperkuat operasi SAR tanggap darurat bencana banjir.

By :  Widodo
Update: 2025-11-30 15:40 GMT

Ilustrasi: Tim Kantor SAR Padang melintasi lintasan tali yang membentang sepanjang 50 meter untuk mengevakuasi dua korban yang hanyut terbawa banjir bandang di aliran sungai Silaing Bawah, Kabupaten Padang Panjang, Sumatera Barat, Sabtu (29/11/2025) ANTARA/HO-Basarnas.

Ratusan personel Basarnas perbantuan mulai berlabuh di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, untuk memperkuat operasi SAR tanggap darurat bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah dalam sepekan terakhir.

Kapal yang mengangkut personel dari Kantor SAR Tanjung Pinang menjadi yang terbaru tiba pada Minggu, menyusul kedatangan tim dari Kantor SAR Bengkulu di Sumatera Barat, serta Kantor SAR Pekanbaru - Basarnas Special Group (BSG) Jakarta di Sibolga dan Tapanuli Tengah (Sumatera Utara) dua hari sebelumnya.

Kepala Kantor SAR Tanjung Pinang Fazzli dikonfirmasi dari Jakarta, Minggu, melaporkan dirinya bersama dengan 54 personel tiba di Pelabuhan Krueng Geukueh, Lhokseumawe, Aceh, pagi tadi menggunakan KN SAR Purworejo.

Kedatangan mereka merupakan bagian dari penguatan operasi SAR tanggap darurat bencana yang terus diperluas di berbagai wilayah terdampak sebagaimana arahan dari Kepala Basarnas Mohammad Syafii.

Menurut Fazzli, personel yang tiba langsung dikerahkan untuk memperkuat tiga sektor pencarian di Aceh Utara dan wilayah sekitarnya.

Pembagian sektor dilakukan berdasarkan prioritas lokasi yang masih terisolasi serta tingginya laporan masyarakat yang diterima Basarnas dari posko di setiap daerah sampai hari keenam tanggap darurat hari ini.

Dalam operasi tersebut Kantor SAR Tanjung Pinang membagi tiga tim Search and Rescue Unit (SRU). Tim SRU I berjumlah 12 personel sedang bergerak menuju wilayah pada Sektor 1 Langkahan, Aceh Utara dengan estimasi waktu tempuh sekitar 1,5 jam. Lokasi ini merupakan salah satu titik yang dilaporkan mengalami kerusakan luas dan akses jalan terputus.

Sementara itu Sektor 2 Lhoksukon diperkuat oleh SRU II yang mengerahkan 10 personel. Tim diperkirakan membutuhkan waktu serupa untuk mencapai lokasi yang masih mengalami genangan dan kondisi medan tidak stabil.

Untuk Sektor 3 Sawang, SRU III berjumlah 10 personel dengan estimasi perjalanan sekitar satu jam guna menindaklanjuti laporan adanya warga yang masih terjebak.

Selain itu sejumlah unsur SAR dari berbagai daerah juga dijadwalkan tiba untuk memperkuat operasi. Penambahan ini dinilai krusial untuk mempercepat pencarian korban dan pembukaan akses ke wilayah-wilayah yang masih terputus.

Basarnas memastikan seluruh operasi berjalan paralel dengan dukungan potensi SAR dari TNI, Polri, Palang Merah Indonesia, organisasi pemerintah daerah, dan relawan di bawah koordinasi teknis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Sejumlah kabupaten/kota di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, sejak Selasa (25/11) diterjang banjir bandang dan longsor yang mengakibatkan jatuhnya ratusan korban jiwa serta terputusnya akses transportasi, aliran listrik, dan saluran komunikasi.

Kepala BNPB Suharyanto sebelumnya meminta operasi SAR di wilayah terdampak banjir dan tanah longsor dilakukan selama 24 jam untuk mempercepat penanganan korban.

Pusdalops BNPB melaporkan data sementara sampai dengan Sabtu (29/11) bahwa jumlah korban jiwa di tiga provinsi yang terdampak banjir bandang dan longsor mencapai 303 orang, kemudian 279 orang dinyatakan hilang, dan 18 orang luka-luka.

Dari angka itu 166 orang yang meninggal dunia berada di wilayah Sumatra Utara, 90 orang di Sumatra Barat, dan 47 orang di Aceh.

Sementara itu 133 orang di Sumatera Utara masih dinyatakan hilang, di Sumatera Barat ada 85 orang dinyatakan hilang, dan 51 orang dinyatakan hilang di Aceh.

Similar News