Rosan klaim kunjungan Prabowo ke Jepang-Korea tingkatkan kepercayaan investor
Kunjungan Presiden Prabowo ke Jepang dan Korea Selatan disebut mendorong minat investasi, dengan sejumlah perusahaan menyiapkan ekspansi dan proyek lanjutan.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menyebut kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Korea Selatan mendapat respons positif dari kalangan dunia usaha.
Menurut Rosan, keterlibatan langsung Presiden dalam dialog dengan investor menjadi faktor penting yang mendorong kepercayaan terhadap Indonesia.
“Mereka bisa menyampaikan langsung ke Bapak Presiden inputnya, kemudian feedback-nya, dan juga apa kendala-kendalanya yang memang mereka ada di Indonesia dan Bapak Presiden sangat responsif dan sangat terbuka. Dan ini sangat-sangat direspons positif oleh dunia usaha,” ujar Rosan dalam keterangan tertulis, Kamis (2/4/2026).
Selama kunjungan tersebut, pemerintah menggelar sejumlah pertemuan dengan pelaku usaha. Di Jepang, forum bisnis dihadiri lebih dari 300 pengusaha dan dilanjutkan pertemuan terbatas dengan 12 perusahaan besar.
Sementara di Korea Selatan, pemerintah melakukan pertemuan dengan 11 perusahaan besar.
Rosan menyebut minat investasi dari Jepang dan Korea Selatan tetap meningkat di tengah ketidakpastian global. Investasi Korea tercatat tumbuh sekitar 14 persen per tahun, sedangkan Jepang meningkat sekitar 8 hingga 9 persen per tahun.
Pemerintah juga menindaklanjuti rencana investasi bersama sejumlah perusahaan, termasuk Lotte Chemical dan POSCO.
“Kami memang dalam proses menindaklanjuti untuk investasi bersama-sama dengan Lotte Chemical dan juga dengan POSCO dengan nilai investasinya kurang lebih itu bersama-sama bisa mencapai 6 miliar dolar Amerika,” ungkapnya.
Selain itu, sejumlah perusahaan yang telah beroperasi di Indonesia menyatakan minat memperluas investasi ke tahap berikutnya, seperti KCC Glass dan POSCO.
Rosan menilai stabilitas politik dan ekonomi Indonesia menjadi faktor utama yang dipertimbangkan investor dalam menanamkan modal jangka panjang.
“Karena itu adalah modal utama dari setiap investasi yang merupakan long term commitment kepada Indonesia. Dan ini juga diakui oleh mereka semua sehingga investasi yang masuk itu mereka malah menyampaikan untuk yang fase kedua,” jelasnya.
Pemerintah, kata Rosan, akan terus menindaklanjuti berbagai kesepakatan agar investasi dapat segera direalisasikan.
“Kami meyakini ke depannya investasi yang masuk ke Indonesia ini akan terus berkembang, dan memberikan, kembali lagi yang Pak Presiden sampaikan, manfaat untuk kita semua,” tandasnya.
Rizki Rian Saputra/Rama


