Sejumlah perairan Sumut masih berpotensi diterjang gelombang tinggi

Update: 2026-01-17 11:00 GMT
Elshinta Peduli

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sejumlah perairan di Sumatera Utara masih berpotensi dilanda gelombang tinggi yang harus diwaspadai karena berisiko terhadap pelayaran.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Belawan Dasmian Sulviani di Medan, Sabtu, mengatakan pola angin di wilayah perairan Sumatera Utara umumnya bergerak dari barat laut ke timur laut dengan kecepatan berkisar 04-25 knot.

Hal tersebut berdampak pada sejumlah perairan di Sumatera Utara mulai 17 hingga 19 Januari 2026 yang berpotensi diterjang gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 Meter. Gelombang tinggi tersebut dapat terjadi di Samudra Hindia barat Kepulauan Nias, perairan barat Kepulauan Batu, perairan timur Kepulauan Nias, perairan Kepulauan Batu, dan perairan barat Sumatra Utara.

Terkait adanya gelombang tinggi tersebut, BMKG mengeluarkan peringatan dini agar waspada khususnya bagi nelayan yang menggunakan perahu kecil.

Berisiko terhadap keselamatan bagi perahu nelayan jika kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter dan kapal tongkang jika kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter.

Sementara Prakirawan BBMKG Wilayah I Christin Mori menyebutkan cuaca di sejumlah wilayah di Sumatera Utara umumnya berawan dan berpotensi hujan ringan pada Minggu (18/1). Pada Minggu pagi rata rata berawan di seluruh wilayah Sumatera Utara. Sedangkan siang menuju sore hari berawan dan berpotensi hujan ringan hingga sedang di beberapa wilayah.

Elshinta Peduli

Sementara pada malam hari berpotensi hujan ringan di Medan, Labuhanbatu Selatan, Padanglawas Utara, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Labuhanbatu Utara, Langkat, Mandailing Natal, Padang Lawas, Deli Serdang, Humbang Hasundutan, Toba dan Binjai.

Serta pada dini hari masih dominan cerah berawan dan berpotensi hujan ringan di wilayah Tapanuli Selatan, Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, Nias Selatan, dan Padang Lawas.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News