Serapan anggaran 94,9%, Kemkomdigi perluas akses digital di wilayah 3T
6.747 BTS dan jaringan fiber optik memperkuat akses digital wilayah 3T
Sumber foto: Kemenkomdigi
Kementerian Komunikasi dan Digital memastikan serapan anggaran 2025 tidak sekadar angka administratif. Anggaran diarahkan langsung untuk memperkuat akses digital masyarakat, terutama di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
Sepanjang 2025, Kemkomdigi merealisasikan Rp10,58 triliun dari pagu Rp11,4 triliun atau setara 94,9 persen.
Anggaran ini difokuskan untuk menjaga layanan digital strategis dan memperluas konektivitas di wilayah yang terbatas akses.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan serapan anggaran ini mencerminkan upaya menghadirkan layanan digital merata.
“Ini langkah penting agar tidak ada wilayah yang tertinggal dalam transformasi digital,” ujar Meutya dalam Rapat Kerja bersama Komisi I DPR RI di Jakarta Pusat, Senin (26/01/2026).
Meutya mengatakan, perluasan akses digital ditopang oleh 6.747 Base Transceiver Station (BTS) di wilayah 3T. Sebanyak 3.262 BTS melayani masyarakat di Papua.
Jaringan fiber optik nasional kata dia juga telah menjangkau 5.253 kecamatan, memperkuat konektivitas layanan publik dan aktivitas ekonomi.
Ia menjelaskan, penguatan infrastruktur digital juga berkontribusi pada penerimaan negara. Sepanjang 2025, Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) Kemkomdigi tercatat Rp29,3 triliun atau 116,04 persen dari target Rp25,2 triliun.
Optimalisasi penerimaan dilakukan melalui pengelolaan sektor komunikasi dan digital, tanpa menambah beban layanan masyarakat.
“Penerimaan negara ini menjadi modal penting untuk menjaga keberlanjutan program prioritas, terutama perluasan akses dan peningkatan kualitas layanan digital ke depan,” tambah Meutya.
Memasuki 2026, Kemkomdigi berkomitmen mengelola belanja dan penerimaan negara secara akuntabel.
Semua diarahkan agar berdampak nyata bagi masyarakat.
Dengan semangat Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga, Kemkomdigi kata Meutya, akan melanjutkan pembangunan infrastruktur digital. Selain itu, keamanan dan kedaulatan ruang digital nasional juga diperkuat.
“Tantangan ke depan adalah memastikan teknologi digital tetap berpihak pada manusia. Dengan kolaborasi lintas sektor dan dukungan masyarakat, kami optimis digitalisasi dapat mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan,” tutup Meutya.
Krisanti/Rama


