Uang saku Pemagangan Nasional naik ikuti UM 2026

Kemnaker sesuaikan uang saku Maganghub setelah UM 2026 resmi naik.

Update: 2026-02-14 04:07 GMT
Elshinta Peduli

Uang saku peserta Program Pemagangan Nasional atau Maganghub resmi naik mengikuti kenaikan Upah Minimum (UM) 2026. Kebijakan ini diumumkan Kementerian Ketenagakerjaan saat kunjungan kerja di Padang.

Penyesuaian uang saku dilakukan karena UM 2026 meningkat di berbagai daerah. Kenaikan ini berdampak langsung pada peserta pemagangan di seluruh Indonesia.

“Alhamdulillah, karena UM 2026 ini mengalami kenaikan, maka uang saku peserta pemagangan juga naik,” kata Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, dalam keterangan tertulis, Sabtu (14/2/2026).

Uang saku Program Pemagangan Nasional digunakan untuk mendukung biaya hidup peserta selama pelatihan dan praktik kerja. Besarannya menyesuaikan UM di masing-masing wilayah.

Di Provinsi Sumatera Barat, UM 2025 sebesar Rp2.994.193. Pada 2026 naik menjadi Rp3.182.955. Kenaikan ini berdampak pada peningkatan uang saku peserta pemagangan di daerah tersebut.

Menaker mengingatkan peserta agar menggunakan uang saku secara bijak.

“Manfaatkanlah dengan sebaik-baiknya, ya. Menabung, ngasih orang tua, atau hal-hal manfaat lainnya,” pesannya.

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, mengunjungi RS Universitas Andalas pada Kamis (12/2/2026). Kunjungan dilakukan untuk monitoring dan evaluasi Program Pemagangan Nasional. Saat ini, ada 46 peserta magang di RS Unand.

Secara total, terdapat 2.800 peserta Program Pemagangan Nasional di Sumatera Barat. Mereka ditempatkan di berbagai perusahaan dan institusi.

Elshinta Peduli

Dalam dialog, peserta menyampaikan program berjalan baik. Mereka menilai pembimbing responsif dan pengalaman kerja sangat membantu meningkatkan keterampilan.

"Program Pemagangan Nasional ini adalah salah satu program prioritas Bapak Presiden Prabowo Subianto. Kenapa? Karena kita ingin anak-anak muda kita benar-benar siap kerja, punya pengalaman langsung di lapangan, dan kompetensinya sesuai kebutuhan industri. Jadi ini strategi besar menyiapkan SDM unggul dan menurunkan tingkat pengangguran," ujarnya.

Kemnaker menegaskan Program Pemagangan Nasional akan terus dievaluasi. Pemerintah ingin program ini semakin adaptif dan sesuai kebutuhan industri.

"Program Pemagangan Nasional diharapkan semakin adaptif, berkualitas, dan menjadi jembatan kuat menuju dunia kerja. Dengan dukungan yang tepat, generasi muda Indonesia siap bersaing dan berkontribusi bagi bangsa," pungkasnya.

Gusti Suropati/Rama

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News