Wake-Up Call dari forum warga negara: Saatnya pemimpin dengarkan suara rakyat

Di penghujung bulan kemerdekaan, sekelompok tokoh yang menamakan diri Forum Warga Negara menyuarakan keprihatinan mendalam.

Update: 2025-08-31 13:34 GMT

Radio Elshinta/ ADP

Di penghujung bulan kemerdekaan, sekelompok tokoh yang menamakan diri Forum Warga Negara menyuarakan keprihatinan mendalam atas situasi politik dan sosial yang kian memanas, menyusul gelombang demonstrasi besar di berbagai kota. Aksi protes yang awalnya menuntut DPR diturunkan kini melebar hingga ke pengrusakan rumah para wakil rakyat dan fasilitas umum.

Forum ini diwakili oleh Sudirman Said, DR Sukidi, Chandra M. Hamzah, SH, dan Diah Satyani Saminarsih. Mereka menilai situasi ini sebagai puncak kemarahan rakyat atas arogansi dan perilaku elit politik, sekaligus sebagai wake-up call bagi Presiden Prabowo Subianto untuk mengambil langkah korektif.

Sudirman Said: Krisis Kepercayaan Butuh Koreksi Total

Mantan Menteri ESDM Sudirman Said menegaskan, gelombang protes yang disertai kerusakan fasilitas publik tidak muncul tiba-tiba, melainkan buah dari akumulasi krisis kepercayaan.

“Ini adalah declining trust yang semakin tajam dan membutuhkan koreksi total. Demo dan pengrusakan adalah gumpalan dari defisit kepercayaan terhadap pengelola negara. Kekuasaan tanpa kredibilitas hanya akan melahirkan reaksi rakyat yang tak terbendung,” ujarnya.

Sudirman mendesak agar Presiden segera membersihkan negara dari praktik korupsi, mafia hukum, hingga gaya hidup mewah para pejabat. “Ini saatnya Presiden Prabowo menunjukkan diri sebagai pemimpin yang mengayomi dan memihak pada rakyat,” tegasnya.

DR Sukidi: Saatnya Kepemimpinan Berbasis Kasih dan Gotong Royong

Akademisi DR Sukidi mengingatkan pentingnya kepemimpinan yang melayani rakyat (servant leadership) di tengah krisis. “Keselamatan rakyat harus menjadi hukum tertinggi. Kembalikan DPR sebagai rumah rakyat, bukan simbol arogansi,” ucapnya.

Ia menekankan perlunya etika welas asih (ethic of compassion) dalam setiap kebijakan. “Sebagai pengelola Republik, berhentilah pamer kemewahan. Bersatulah dengan rakyat, maknai kembali tauladan pendiri bangsa,” katanya.

Chandra M. Hamzah: Kembali ke Preambule UUD 1945

Mantan pimpinan KPK, Chandra M. Hamzah, menilai persoalan ini merupakan akumulasi persoalan yang telah lama dibiarkan. “Kita harus introspeksi. Ada ketidakadilan yang dipertontonkan, beban ekonomi yang makin berat, serta arogansi pengelola negara,” jelasnya.

Chandra mengajak Presiden Prabowo kembali berpegang pada nilai luhur Pembukaan UUD 1945. “Eling kembali ke sana untuk meredakan luka rakyat. Ambil keputusan yang berpihak dan menenangkan,” imbaunya

Forum Warga Negara menilai, momentum ini harus dijadikan bahan refleksi bagi seluruh pemimpin bangsa. Mereka menegaskan, krisis yang terjadi bukan sekadar politik, tetapi menyangkut legitimasi moral dan keadilan sosial.

“Inilah wake-up call bagi kepemimpinan nasional. Dengarkan suara rakyat sebelum luka bangsa semakin dalam,” demikian pesan bersama forum tersebut. (ADP)

Similar News