Wamenag: Ditjen Pesantren segera dibentuk dengan anggaran Rp12 triliun

Update: 2026-03-03 12:32 GMT
Indomie

Wakil Menteri Agama, Dr. K.H. Romo R. Muhammad Syafi’i memastikan pembentukan Direktorat Jenderal (Dirjen) Pesantren tinggal menunggu tanda tangan Presiden Prabowo Subianto. Dengan status baru ini, anggaran Ditjen Pesantren naik signifikan dari Rp1,2 triliun menjadi Rp12 triliun, dan akan membawahi lima direktorat yang fokus pada pendidikan formal dan nonformal, pemberdayaan pesantren, serta pengembangan dakwah. Wamenag menekankan, langkah ini untuk memberikan ruang lebih luas bagi 42.000 pesantren dengan lebih dari 10 juta santri dan hampir 2 juta kiai agar pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan bisa berjalan optimal.

Selain itu, Ditjen Pesantren akan didukung oleh Direktorat Vokasional untuk menyiapkan santri dan siswa madrasah dengan keterampilan teknologi dan praktis, seperti robotik, sains, dan inovasi digital, tanpa mengurangi pendidikan agama.

“Kami ingin meredefinisi pendidikan Islam: satu kata, belajar Islam, tapi di dalamnya ada teknologi, pertanian, kedokteran, ekonomi, dan sains,” ujar Wamenag dalam wawancara Program Pesantren di Radio Elshinta edisi Selasa (3/3/2026) yang dipandu Suwiryo.

Program strategis lainnya mencakup beasiswa santri, peningkatan kesejahteraan kiai, digitalisasi manajemen pesantren, dan penguatan kurikulum, agar alumni lebih berdaya dan pesantren menjadi motor pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.

Program Pesantren di Radio adalah program khusus selama bulan Ramadan tahun 2026 menghadirkan nara sumber penting diantaranya Menteri Agama RI, Wakil Menteri Agama RI dan pengasuh pondok pesantren di sejumlah daerah tayang di edisi sore pukul 16.05 Wib di Radio Elshinta dan seluruh platform media sosial Elshinta. (Nak)

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News