Analis: IHSG tertekan saham berbasis SDA imbas pencabutan izin usaha

Head of Research PT Korea Investment And Sekuritas Indonesia (KISI) Muhammad Wafi mengatakan kombinasi sentimen mancanegara dan dalam negeri telah menekan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Rabu (21/01).

Update: 2026-01-21 11:40 GMT

Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Elshinta Peduli

Head of Research PT Korea Investment And Sekuritas Indonesia (KISI) Muhammad Wafi mengatakan kombinasi sentimen mancanegara dan dalam negeri telah menekan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Rabu (21/01).

Dari dalam negeri, Wafi mengatakan saham-saham berkapitalisasi besar berbasis Sumber Daya Alam (SDA) tengah tertekan imbas dilakukannya pencabutan izin Perizinan Berusaha Pemanfataan Hutan (PBPH) oleh pemerintah terhadap 28 perusahaan di sektor tersebut.

“Kombinasi sentimen eksternal geopolitik dan domestik terkait tekanan di saham big caps (berkapitalisasi besar) berbasis SDA akibat isu pencabutan izin,” ujar Wafi saat dihubungi oleh Antara di Jakarta, Rabu.

Seiring dengan itu, Ia menjelaskan pelaku pasar menghindari ketidakpastian, dengan mengalihkan aset investasi mereka ke instrumen emas dan mata uang dolar Amerika Seriklat (AS), sehingga memicu capital outflow (aliran modal asing keluar) dari pasar saham Indonesia.

Terkait sentimen geopolitik khususnya isu Greenland yang menyangkut Presiden AS Donald Trump melawan negara-negara NATO dan Eropa, menurut Wafi, dampaknya lebih cenderung ke aspek psikologis dan arus modal.

“Ketegangan global buat investor tarik dana dari emerging market balik ke AS, yang berdampak pada pelemahan nilai tukar Rupiah,” ujar Wafi.

Seiring dengan sentimen dalam negeri dan mancanegara tersebut, pihaknya memproyeksikan IHSG akan cenderung tertekan dan bergerak di kisaran level 9.000.

Elshinta Peduli

Namun demikian, menurutnya, secara fundamental IHSG masih solid utamanya di topang oleh dominasi transaksi yang dilakukan oleh investor domestik

“Jangka pendek berpotensi tertekan untuk uji support psikologis 9.000. Tapi secara fundamental IHSG masih resilien karena fundamental solid dan dominasi investor domestik di daily trading,” ujar Wafi.

Data perdagangan sesi II Bursa Efek Indonesia pada Rabu (21/1) pukul 15.10 WIB, IHSG tercatat melemah 143,52 poin atau 1,57 persen ke posisi 8.991,18.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 3.493.813 kali transaksi, dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 52,25 miliar lembar saham senilai Rp28,28 triliun. Sebanyak 154 saham naik, 584 saham menurun, dan 63 tidak bergerak nilainya.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, hampir semua atau sepuluh sektor melemah dipimpin sektor industri yang melemah sebesar 6,50 persen, diikuti oleh sektor properti dan sektor transportasi & logistik yang turun masing-masing sebesar 3,69 persen dan 2,87 persen.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News