Bahan pokok jelang Lebaran, Pemerintah sebut stok aman, harga cabai mulai turun

Update: 2026-03-17 08:33 GMT

Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri meninjau Pasar Mayestik, Jakarta Selatan, Selasa (17/3/2026)

Indomie

Pemerintah memastikan ketersediaan bahan pokok menjelang Lebaran dalam kondisi aman meski sejumlah komoditas sempat mengalami kenaikan harga. Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri mengatakan pemerintah terus memantau perkembangan harga dan pasokan bahan pokok di pasar bersama sejumlah kementerian dan pemerintah daerah.

“Menjelang Lebaran kami terus memantau harga barang kebutuhan pokok di lapangan. Saya bersama Pak Menteri berbagi tugas ke beberapa wilayah, dan hari ini saya berada di Pasar Mayestik,” ujar Roro saat meninjau harga kebutuhan pokok di Pasar Mayestik, Jakarta Selatan, Selasa (17/3/2026).

Dalam peninjauan tersebut, Roro mengatakan harga minyak goreng rakyat Minyakita masih sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yakni sekitar Rp15.700 per liter.

"Tadi saya pantau bahwa untuk Minyakita, Minyakita ini kan komoditas yang kita pantau langsung di Kementerian Perdagangan dan juga kita mempunyai peran andil untuk mengatur harganya juga gitu ya, karena itu ada kaitannya dengan baik itu stoknya, distribusinya, itu semua kita bisa awasi. Nah di sini tadi kita pantau harga di Rp15.700 sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET)." Jelas Roro.

Pemerintah juga memperkuat pengawasan distribusi melalui kebijakan baru Kementerian Perdagangan yang mewajibkan minimal 35 persen distribusi Minyakita berasal dari BUMN pangan seperti Perum Bulog dan ID Food.

“Dengan kerja sama ini monitoring distribusi dan stok bisa dilakukan lebih intensif dan tadi kami pantau kondisinya masih aman,” kata Roro.

Disamping itu saat Mendampingi Menteri Perdagangan, Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilitas Pangan Badan Pangan Nasional I Gusti Ketut Astawa menyampaikan harga cabai yang sempat tinggi kini mulai menunjukkan tren penurunan.

Elshinta Peduli

Menurutnya, harga cabai merah keriting sebelumnya sempat mencapai Rp70.000 hingga Rp75.000 per kilogram. Namun saat ini di sejumlah lapak sudah turun menjadi sekitar Rp55.000 hingga Rp60.000 per kilogram.

“Secara data yang kami miliki sebenarnya sudah turun. Di beberapa lapak memang masih terlihat tinggi, tetapi di bagian dalam pasar harganya sudah lebih rendah,” kata Ketut.

Penurunan harga juga terjadi pada cabai rawit merah di wilayah Jakarta. Harga yang sebelumnya sempat mencapai sekitar Rp120.000 per kilogram kini turun menjadi sekitar Rp90.000 hingga Rp110.000 per kilogram.

Ketut menjelaskan penurunan harga dipengaruhi meningkatnya produksi cabai dari daerah sentra seperti Kediri sehingga pasokan ke pasar mulai membaik.

“Pasokan sudah mulai normal sehingga fasilitas distribusi yang sebelumnya kami siapkan sudah ditutup,” ujarnya.

Selain cabai, pemerintah juga memantau sejumlah komoditas lain seperti bawang merah, bawang putih, daging sapi, ayam, dan telur. Secara umum harga komoditas tersebut masih relatif stabil.

Untuk daging sapi misalnya, harga daging kualitas standar masih berada di kisaran Rp140.000 per kilogram, meskipun untuk kualitas premium bisa mencapai Rp150.000 hingga Rp160.000 per kilogram.

Ketut menegaskan secara keseluruhan stok pangan nasional masih sangat mencukupi untuk menghadapi kebutuhan selama Ramadan hingga setelah Lebaran.

“Beras, bawang merah, bawang putih, daging, ayam, dan telur sangat cukup untuk menghadapi Lebaran bahkan setelahnya,” katanya.

Pemerintah pun akan terus melakukan pemantauan harga dan distribusi bahan pokok di berbagai daerah guna memastikan stabilitas pasokan serta mencegah lonjakan harga menjelang Idul Fitri.

Liputan/ Awaluddin Marifatullah

Elshinta Peduli

Similar News