IHSG ditutup menguat di tengah pelemahan bursa kawasan Asia
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa sore ditutup menguat di tengah pelemahan bursa saham kawasan Asia.
Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa sore ditutup menguat di tengah pelemahan bursa saham kawasan Asia.
IHSG ditutup menguat 0,83 poin atau 0,01 persen ke posisi 9.134,70. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 8,74 poin atau 0,98 persen ke posisi 884,38.
“IHSG melanjutkan penguatan di tengah potensi momentum January Effect. Di sisi lain, pelaku pasar mulai memposisikan diri menjelang keputusan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI),” sebut Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Selasa.
Dari dalam negeri, pelaku pasar menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 20-21 Januari 2026, yang akan menetapkan kebijakan moneter, makroprudensial, serta sistem pembayaran demi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
Sementara itu, bursa kawasan Asia bergerak melemah yang terbebani oleh potensi aksi balasan Eropa setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan memberlakukan tarif baru terhadap negara-negara Eropa yang menentang proposal terkait pembelian Greenland.
Kondisi tersebut membuat pelaku pasar semakin waspada di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan antara AS dan Eropa, setelah Trump berjanji akan memberlakukan tarif yang lebih tinggi mulai 1 Februari 2026 terhadap sejumlah negara Eropa.
Di sisi lain, Eropa bersiap melakukan perlawanan dengan rencana pengenaan tarif balasan terhadap AS senilai 93 miliar poundsterling atau sekitar 108 miliar dolar AS, yang akan benar-benar ditetapkan oleh Uni Eropa apabila Trump merealisasikan pengenaan pajak sebesar 10 persen terhadap negara-negara Eropa pada 1 Februari 2026.
Dari kawasan Asia, sentimen datang dari ketidakpastian politik di Jepang, setelah Perdana Menteri Sanae Takaichi menyatakan akan membubarkan parlemen dan menggelar pemilihan umum guna mengamankan dukungan pemilih terhadap rencana pengeluaran serta agenda kebijakan yang lebih luas
Sementara itu, bank sentral China (PBoC) mempertahankan suku bunga acuannya, yaitu Loan Prime Rate (LPR) tenor satu tahun tetap di level 3,0 persen, sementara LPR tenor lima tahun dipertahankan di 3,5 persen.
Keputusan PBoC sesuai ekspektasi pasar dan mencerminkan preferensi otoritas untuk memberikan stimulus secara selektif di tengah perlambatan momentum ekonomi, yang mana pengeluaran rumah tangga dan sektor properti masih membebani permintaan domestik
Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, delapan sektor menguat yaitu dipimpin sektor barang baku yang naik sebesar 2,49 persen, diikuti oleh sektor barang konsumen non primer dan sektor industri yang naik masing-masing sebesar 2,08 persen dan 1,86 persen.
Sedangkan, tiga sektor melemah yaitu sektor transportasi & logistik turun paling dalam sebesar 0,42 persen, diikuti oleh sektor energi dan sektor infrastruktur yang turun masing-masing sebesar 0,32 persen dan 0,05 persen.
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu TOSK, BAIK, AWAN, AIMS dan NATO. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni POLU, INOV, CRAB, ERTX, dan ISEA.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 3.942.175 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 72,40 miliar lembar saham senilai Rp29,78 triliun. Sebanyak 336 saham naik, 323 saham menurun, dan 143 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 554,57 poin atau 1,03 persen ke 53.029,00, indeks Shanghai melemah 0,35 poin atau 0,01 persen ke 4.113,65, indeks Hang Seng melemah 76,36 poin atau 0,29 persen ke 26.487,51, indeks Kuala Lumpur melemah 13,27 poin atau 0,77 persen ke 1.699,06, dan indeks Strait Times melemah 6,88 poin atau 0,14 persen ke 4.828,00.


