IHSG stabil, analis yakin investor telah antisipasi arah kebijakan BI
Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nicodemus alias Nico meyakini bahwa pelaku pasar telah mempersiapkan antisipasi, di tengah sikap “wait and see” terhadap arah kebijakan Bank Indonesia (BI).
Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nicodemus alias Nico meyakini bahwa pelaku pasar telah mempersiapkan antisipasi, di tengah sikap “wait and see” terhadap arah kebijakan Bank Indonesia (BI).
Saat ini, BI tengah melangsungkan Rapat Dewan Gubernur (RDG) untuk menentukan kebijakan suku bunga acuannya. Di sisi lain, ada pergantian jabatan Deputi Gubernur BI yang saat ini akan masuk tahap fit and proper test di DPR RI.
“Sejauh ini, kalau kita perhatikan, memang kalau bicara hasil RDG BI, kami pikir semua sudah jelas ya. Apalagi terkait dengan pelemahan rupiah yang terjadi belakangan ini. Kami meyakini BI pasti akan menahan tingkat suku bunganya,” ujar Nico saat dihubungi oleh Antara di Jakarta, Selasa.
Sementara terkait pergantian pejabat Deputi Gubernur BI, Nico mengatakan tidak akan memberikan pengaruh signifikan ke pasar saham Indonesia.
Adapun, tiga calon Deputi Gubernur BI telah diusulkan Presiden Prabowo Subianto melalui surat presiden (surpres), di antaranya Thomas Djiwandono, Dicky Kartikoyono, serta Solihin M Juhro.
“Kalau ada potensi Pak Thomas (Djiwandono) mengalami kenaikan, selama itu memang dia punya kompetensi yang sesuai dengan bidangnya. Kami meyakini hal itu juga tidak akan semudah itu mempengaruhi dari segi pembuatan kebijakan moneter,” ujar Nico.
Ia meyakini bahwa BI akan bersikap selektif dalam melakukan pergantian pejabat di lingkup kelembagaannya.
“Apalagi, kami meyakini BI juga pasti akan sudah melakukan pemilihan, memilah, filter calon-calon yang memang mampu untuk memimpin Bank Indonesia ke depan. Dengan melakukan strategi pre-emptive dan looking forward,” ujar Nico.
Menurut Nico, selama ini pelaku pasar telah mengetahui karakteristik bank sentral, serta telah mempersiapkan langkah antisipasi untuk menyambut arah kebijakan yang akan ditetapkan.
Dengan demikian, Ia menyebut pasar saham Indonesia akan tetap stabil di tengah dinamika tersebut.
“Dan selama ini pasar juga sudah kurang lebih paham betul karakteristik dari gaya bermain BI. Yang kedua, pasar saham karena sudah memproyeksikan itu, kami pikir masih akan stabil adanya,” ujar Nico.
Dalam kesempatan ini, Nico menjelaskan bahwa fundamental perekonomian domestik cenderung kuat ditambah adanya prospek pemulihan ekonomi pada 2026, sehingga membuat pasar saham ikut stabil.
“Kami pikir fundamental Indonesia yang kuat dan prospek pemulihan ekonomi di tahun ini. Terus juga kalau kita perhatikan, ada ekspektasi yang cukup tinggi bahwa ekonomi Indonesia akan mampu bertahan ataupun juga pulih,” ujar Nico.
Data perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (20/01) pukul 15.25 WIB, IHSG tercatat stabil menguat 15,58 poin atau 0,17 persen ke posisi 9.149,45.
Sementara itu, BI telah mengonfirmasi bahwa Juda Agung telah mengajukan pengunduran diri dari jabatannya sebagai Deputi Gubernur BI kepada Presiden RI terhitung sejak 13 Januari 2026.
Di sisi lain, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan bahwa pemerintah telah mengirimkan surat presiden (surpres) kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk memulai tahapan fit and proper test calon Deputi Gubernur BI, dengan usulan tiga nama yaitu Thomas Djiwandono, Dicky Kartikoyono, dan Solihin M Juhro.


