Legislator: Perlu gerak cepat atasi kelangkaan MinyaKita di pasar tradisional
Menjelang Lebaran Riyono keliling dapil memastikan ketersediaan pangan dan kebutuhan minyak untuk rakyat aman dan harga terjangkau. Sembilan kebutuhan pokok strategis mulai beras, minyak, gula, tepung, daging, ikan, cabai, telur harus selalu tersedia.
Sumber foto: Efendi Murdiono/elshinta.com.
Menjelang Lebaran Riyono keliling dapil memastikan ketersediaan pangan dan kebutuhan minyak untuk rakyat aman dan harga terjangkau. Sembilan kebutuhan pokok strategis mulai beras, minyak, gula, tepung, daging, ikan, cabai, telur harus selalu tersedia.
“Mulai awal Ramadhan saya sudah keliling memantau harga bahan pokok di pasar tradisional, memastikan HET untuk beras, minyak terkendali," papar Riyono Caping Aleg PKS dapil 7 jatim
Pangan strategis cukup tersedia dan aman secara harga, dua pekan Ramadhan berjalan saya beli masyarakat dan ketersediaan pangan masih aman.
“Daya beli memang sedikit menurun, keterangan pedagang kecil di pasar Kawedanan pasar agak sepi dan belum nampak keramaian menjelang Lebaran," kata Riyono seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Efendi Murdiono, Rabu (18/3).
Waktu kunjungan dapil Riyono kembali ke pasar kecil untuk memastikan 10 hari menjelang Lebaran harga harus tetap stabil. Pengecekan dilakukan di pasar dan juga gudang atau toko grosir yang menjual dalam partai besar kebutuhan sembako.
“Sabtu, 14 Maret saya sejak pagi sudah blusukan ke pasar kecil di Magetan untuk cek harga - harga. Memang ada kenaikan, daging ayam yang biasanya 30 menjadi 35 - 36 ribu/kg. Cabai kerinting naik dari biasanya 40 - 50 ribu menjadi 80 ribu. Beras masih stabil, 13 - 14 ribu/kg. Pas saya tanya minyak kita ternyata barang sudah gak seminggu lebih, dan harganya di atas HET” papar Riyono.
Untuk memastikan harga dan ketersediaan MinyaKita Riyono cek kembali ke pasar yang lebih besar di Magetan, pasar sayur dengan pedagang lebih dari 1000 an orang. Hasil pertemuan dengan kepala pasar dan keliling ke lapak-lapak pedagang memang MinyaKita sudah gak ada.
“Kesimpulan saya pastikan MinyaKita memang kosong, akhirnya Riyono langsung ke Bulog wilayah 3 yang ada di Ponorogo untuk koordinasi dan bertemu pimpinan. Pertemuan menghasilkan solusi bahwa minggu 15 Maret 2026 MinyaKita akan di suplai ke Magetan. Respon cepat Bulog perlu di dampingi dan diapresiasi.
“Bulog memang tenaga terbatas, kami bantu dengan informasi dan fakta di lapangan. Solusinya ada dan belum 24 jam MinyaKita langsung di suplai ke pasar Kawedanan dan pasar sayur Magetan," tegas Riyono


