OJK Malang: Minat masyarakat pada pasar modal dan reksadana meningkat
Minat masyarakat kota Malang untuk mengetahui dan belajar terkait pasar modal menunjukkan peningkatan. Hal tersebut nampak dari jumlah investor pasar modal di wilayah kerja OJK Malang.
Sumber foto: AH Sugiharto/elshinta.com.
Minat masyarakat kota Malang untuk mengetahui dan belajar terkait pasar modal menunjukkan peningkatan. Hal tersebut nampak dari jumlah investor pasar modal di wilayah kerja OJK Malang.
“Pada Desember 2025 tumbuh sebesar 30,33 persen secara yoy dengan total 388.140 Single Investor Identification (SID) dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 31,03 persen atau 297.815 SID dan berdomisili di Kota Malang,“ ujar Kepala Kantor OJK Malang Farid Falatehan seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, AH Sugiharto, Rabu (25/2).
Ditambahkan Farid, antusiasme investor ritel terhadap obligasi ritel negara masih cukup besar di tengah dinamisnya ekonomi domestik dan tingginya ketidakpastian global.
“Hal tersebut tecermin dari peningkatan SID Surat Berharga Negara (SBN) sebesar 17,13 persen dari posisi yang sama tahun sebelumnya atau mencapai 34.016 SID.” ujar Farid.
Peningkatan jumlah nasabah juga terjadi di reksadana.
Menurut Farid, untuk nasabah reksadana meningkat signifikan sebesar 19 persen secara yoy. Daerah Tingkat II di wilayah kerja KOJK Malang yang mencatatkan nilai penjualan reksadana tertinggi adalah Kota Malang dengan total transaksi sebesar Rp542,11 miliar dan kemudian diikuti dengan Kabupaten Malang sebesar Rp151,24 miliar.
"Rata-rata nilai transaksi saham mencapai Rp6.187 miliar selama bulan Desember 2025. Angka tersebut meningkat 56,84 persen secara yoy dimana rata-rata nilai tahun sebelumnya adalah sebesar Rp3.945 miliar,“ ujarnya.

