OJK: Optimisme IHSG ke 10.000 perlu fundamental ekonomi yang solid
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan optimisme terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang diharapkan menyentuh level 10.000 pada tahun ini perlu ditopang oleh fundamental ekonomi nasional yang solid serta peran investor domestik.
Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan optimisme terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang diharapkan menyentuh level 10.000 pada tahun ini perlu ditopang oleh fundamental ekonomi nasional yang solid serta peran investor domestik.
“Tentunya, bilamana fundamental ekonomi Indonesia itu solid dan peran investor domestik meningkat, rasanya level tersebut bukan tidak mungkin untuk dapat tercapai,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi dalam konferensi pers RDKB Desember 2025 secara daring di Jakarta, Jumat.
Inarno juga menekankan pentingnya untuk mencermati bahwa pergerakan indeks, selain dipengaruhi oleh faktor fundamental emiten itu sendiri, juga dipengaruhi oleh berbagai faktor baik domestik maupun global.
Ia pun kembali mengingatkan bahwa keputusan dalam berinvestasi tetap perlu diiringi dengan kewaspadaan serta pengelolaan risiko yang baik.
Adapun dari sisi regulator, pihaknya terus memastikan bahwa pasar berjalan secara teratur, wajar dan efisien.
“Kami juga mendorong terciptanya ekosistem pasar modal yang sehat, berintegritas agar potensi pertumbuhan indeks maupun instrumen lainnya bisa tercapai secara berkelanjutan, bukan hanya karena momentum jangka pendek,” kata dia.
Pada tahun ini, beberapa kebijakan di pasar saham yang juga perlu menjadi perhatian antara lain peningkatan kualitas emiten melalui penyesuaian aturan batas free float saham serta peningkatan peran investor institusi baik global maupun domestik.
Terkait kebijakan free float, Inarno mengatakan bahwa hal ini merupakan kebijakan pendalaman pasar dengan spektrum jangka panjang sehingga dalam penyusunannya perlu pertimbangan yang matang dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan termasuk asosiasi hingga investor institusi.
Saat ini, ujar dia, OJK bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) sedang melakukan evaluasi dan penyempurnaan kebijakan free float secara komprehensif, dengan mempertimbangkan aspek seperti peningkatan likuiditas, perlindungan investor, minat investor, besaran market cap, daya serap pasar, masa transisi yang sesuai, dan upaya menjaga minat korporasi domestik untuk go public.
“Tentunya dengan memperhatikan kondisi dan juga dinamika pasar, kebijakan free float ini rencananya kita terbitkan pada tahun 2026. Tentunya bertahap,” kata Inarno.
Untuk diketahui, pasar modal Indonesia menutup tahun 2025 dengan kinerja yang solid. IHSG ditutup pada level 8.646,94 pada 30 Desember 2025, menguat 1,62 persen secara month-to-month (mtm) atau 22,13 persen secara year-on-year (yoy).
Sepanjang tahun 2025, IHSG membukukan rekor all-time high sebanyak 24 kali. Adapun level tertinggi IHSG tahun 2025, tercatat di angka 8.710,70 pada 8 Desember 2025, dengan nilai kapitalisasi pasar mencapai level tertinggi sebesar Rp16.000 triliun pada tanggal yang sama.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meyakini IHSG akan terus melanjutkan tren penguatan pada 2026 usai menembus rekor tertinggi 9.000,54 pada perdagangan Kamis (8/1) pukul 10.05 WIB.
Ia juga menilai capaian tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap fondasi perekonomian Indonesia.
Ia mengatakan membaiknya sentimen investor dinilai berdampak langsung pada kinerja perusahaan tercatat di bursa, yang pada akhirnya mendorong kenaikan valuasi pasar.
Dalam tiga bulan terakhir, aliran dana investor, baik domestik maupun global, tercatat terus mengalir positif ke pasar modal Indonesia.
“Jadi kalo kita lihat kan tiga bulan terakhir udah positif terus kan flow-nya ke kita. Jadi ya itu menunjukkan bahwa ada perbaikan sentimen investor domestik maupun global Terhadap perekonomian Indonesia yang ke depan kita harus jaga terus. Jadi kalo gitu mah tahun ini (IHSG) 10.000 enggak susah-susah amat,” kata Purbaya.


