Pelemahan rupiah tertahan berkat stabilitas makro Indonesia yang solid

Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan di Jakarta, Rabu, bergerak melemah 23 poin atau 0,14 persen menjadi Rp16.777 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.754 per dolar AS.

Update: 2026-02-04 15:30 GMT

Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Elshinta Peduli

Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan di Jakarta, Rabu, bergerak melemah 23 poin atau 0,14 persen menjadi Rp16.777 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.754 per dolar AS.

Research and Development Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) Taufan Dimas Hareva mengatakan pelemahan rupiah tertahan berkat stabilitas makro dan kehati-hatian investor.

“Rupiah relatif tertahan oleh kombinasi faktor stabilitas makro masih solid dan kehati-hatian investor,” ujarnya kepada ANTARA di Jakarta, Rabu.

Fundamental ekonomi Indonesia dinilai masih cukup solid, ditopang inflasi yang terjaga dalam target, cadangan devisa yang memadai, serta komitmen Bank Indonesia (BI) menjaga stabilitas nilai tukar melalui kebijakan moneter dan intervensi pasar.

Kendati demikian, lanjutnya, aliran modal asing ke pasar keuangan domestik cenderung selektif, terutama di tengah pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan volatilitas pasar saham regional.

“Kondisi ini membuat ruang penguatan rupiah menjadi terbatas, meskipun tekanan pelemahan tidak akan terlalu dalam selama sentimen global tidak memburuk secara signifikan,” ungkap Taufan

Melihat sentimen global, pelaku pasar dikatakan masih mencermati perkembangan sentimen global dan menunggu katalis baru yang lebih kuat.

“Tekanan terhadap rupiah berasal dari penguatan dolar AS yang didukung ekspektasi kebijakan moneter The Fed yang cenderung bertahan ketat serta kenaikan imbal hasil US Treasury, sehingga mendorong sikap hati-hati investor global,” ujar dia.

Adapun Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini justru bergerak menguat ke level Rp16.775 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.777 per dolar AS.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News