Rupiah menguat seiring minat terhadap obligasi pemerintah masih tinggi

Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan di Jakarta, Kamis, bergerak menguat 41 poin atau 0,24 persen menjadi Rp16.759 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.800 per dolar AS.

Update: 2026-02-26 14:10 GMT

Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Indomie

Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan di Jakarta, Kamis, bergerak menguat 41 poin atau 0,24 persen menjadi Rp16.759 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.800 per dolar AS.

Analis Bank Woori Saudara Rully Nova mengatakan penguatan kurs rupiah dipengaruhi minat pelaku pasar terhadap obligasi pemerintah masih tinggi.

“Minat pelaku pasar terhadap obligasi pemerintah masih tinggi karena masih memberikan imbal hasil yang kompetitif sementara fiskal masih akan dikelola dengan baik,” ucapnya kepada Antara di Jakarta, Kamis.

Tercatat, minat pelaku pasar untuk global bond euro pemerintah Indonesia masih sangat tinggi. Hal ini tercermin dari over subscribe 3,4 kali atau 9,2 miliar euro dari total yang ditawarkan 2,7 miliar euro.

Menurut Rullya, ini mengindikasikan sumber pembiayaan pemerintah untuk mempelebar ruang fiskal masih cukup memadai dan dengan biaya yang rendah.

Di samping itu, penguatan rupiah juga dipicu respons atas pidato Presiden AS Donald Trump terkait tarif.

Seperti diketahui, AS mulai menerapkan tarif global sementara sebesar 10 persen, dan Gedung Putih dilaporkan berupaya meningkatkan tarif tersebut menjadi 15 persen, menyusul keputusan Mahkamah Agung untuk membatalkan langkah-langkah tarif resiprokal Trump.

Di hadapan Kongres AS, Trump menyampaikan bahwa hampir semua negara dan perusahaan ingin mempertahankan kesepakatan tarif yang telah mereka buat sebelum keputusan Mahkamah Agung (MA) AS terkait tarif dikeluarkan.

“Perang tarif diperkirakan akan mengurangi volume perdagangan dengan AS sehingga kebutuhan dollar baik untuk export-import maupun untuk cadangan devisa akan turun,” ungkap Rully.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak menguat ke level Rp16.758 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.813 per dolar AS.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News