SHD Pertamina diproyeksi perkuat ketahanan energi nasional

PT Pertamina (Persero) resmi membentuk Sub Holding Downstream (SHD) sebagai bagian dari upaya meningkatkan optimalisasi operasional di sektor hilir migas.

Update: 2026-02-07 15:07 GMT
Elshinta Peduli

PT Pertamina (Persero) resmi membentuk Sub Holding Downstream (SHD) sebagai bagian dari upaya meningkatkan optimalisasi operasional di sektor hilir migas. Sub holding ini mengintegrasikan PT Pertamina Patra Niaga, PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), dan PT Pertamina International Shipping (PIS) dalam satu struktur korporasi.

Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, Komaidi Notonegoro, menilai integrasi tersebut berpotensi membuat operasional hilir migas menjadi lebih efektif dan efisien. Menurutnya, penyatuan tiga entitas hilir dalam satu atap akan menyederhanakan proses bisnis dan mempercepat pengambilan keputusan.

“Harapannya memang optimalisasi operasional. Dengan integrasi, masing-masing fungsi bisa saling mendukung. Prosesnya menjadi lebih sederhana karena berada dalam satu rumah,” kata Komaidi, Sabtu 7 Februari 2026.

Komaidi menjelaskan, penyederhanaan proses tersebut dapat berdampak langsung pada kecepatan pengadaan maupun distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji. Hal itu dinilai penting dalam mendukung Pertamina menjaga kepastian pasokan energi bagi masyarakat.

Ia mencontohkan, komunikasi antara Pertamina Patra Niaga dengan KPI terkait kualitas BBM atau dengan PIS terkait pengangkutan minyak dapat dilakukan lebih cepat tanpa prosedur administratif yang berlapis.


“Tidak perlu lagi melalui mekanisme antar lembaga seperti surat-menyurat atau kontrak yang memakan waktu,” ujarnya seperti dilaporkan Reporter Elshinta, Supriyarto Rudatin, Sabtu (7/2).

Menurut Komaidi, dalam kondisi tertentu, seperti kebutuhan impor minyak yang harus segera dipenuhi, Patra Niaga cukup berkoordinasi langsung dengan PIS untuk pengangkutan. “Karena satu atap, prosesnya jauh lebih sederhana dan cepat,” jelasnya.

Elshinta Peduli

Hal serupa juga berlaku ketika terjadi indikasi potensi kelangkaan BBM di suatu wilayah. Dengan struktur terintegrasi, Sub Holding Downstream dapat lebih cepat memetakan sumber pasokan dari kilang serta mengatur distribusi dan pengangkutannya.

“Secara teknis mungkin tidak banyak berubah, tetapi dari sisi administrasi akan jauh lebih ringkas. Ini yang membuat respons menjadi lebih cepat,” kata Komaidi.

Ia pun optimistis integrasi tersebut akan semakin memperkuat kinerja Pertamina, termasuk dalam menghadapi pengamanan pasokan energi selama Ramadan dan Idulfitri 2026. “Dengan integrasi, seharusnya kinerjanya lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, apalagi Satgas Ramadan dan Idulfitri Pertamina selama ini relatif berhasil dan mendapat apresiasi masyarakat,” ujarnya.

Pertamina secara resmi membentuk Sub Holding Downstream pada 1 Februari 2026. Aksi korporasi ini dilakukan melalui proses evaluasi dan benchmarking terhadap perusahaan minyak dan gas sejenis di tingkat global.

Pembentukan SHD bertujuan meningkatkan optimalisasi operasional hilir, memperkuat kepastian pasokan energi nasional, serta meningkatkan daya saing perusahaan di sektor energi.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News