TLFF diluncurkan ulang, dorong pembiayaan ekonomi hijau

SUSTAINABILITAS kenalkan TLFF sebagai platform pembiayaan dan edukasi green economy Indonesia

Update: 2026-04-07 08:25 GMT

Elshinta (Farens Excel)

Indomie

SUSTAINABILITAS Universitas Harkat Negeri meluncurkan kembali Tropical Landscapes Finance Facility (TLFF) sebagai platform strategis pembiayaan dan edukasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi hijau di Indonesia.

Peluncuran tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepakatan antara Direktur SUSTAINABILITAS, William Sabandar, dan Sekjen Global Alliance for a Sustainable Planet, Satya Tripathi.

 

TLFF sendiri pertama kali diperkenalkan pada 2016 sebagai platform pembiayaan campuran (blended finance) yang melibatkan berbagai lembaga global seperti United Nations Environment Programme (UNEP) dan World Agroforestry Centre (ICRAF).

Platform ini berfokus pada pendanaan jangka panjang untuk proyek-proyek yang mendukung pertanian berkelanjutan, energi terbarukan, serta pengurangan deforestasi guna mendorong pertumbuhan ekonomi hijau.

Direktur SUSTAINABILITAS, William Sabandar, menegaskan bahwa TLFF akan menjadi pusat kolaborasi lintas sektor, mulai dari riset, rekomendasi kebijakan, hingga investasi dan pemberdayaan masyarakat.

 

“SUSTAINABILITAS adalah rumah bagi TLFF untuk mendorong kemitraan, investasi, dan solusi nyata bagi tantangan lingkungan,” ujarnya.

Sementara itu, Satya Tripathi menilai Indonesia memiliki peluang besar dalam pengembangan ekonomi hijau, terutama dengan potensi cadangan karbon yang besar serta dukungan kebijakan menuju target Net Zero Emissions (NZE).

Ia menekankan pentingnya kolaborasi untuk memastikan pemulihan ekosistem sekaligus pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan.

 

Rektor Universitas Harkat Negeri, Sudirman Said, menambahkan bahwa institusi memiliki peran penting dalam memastikan keberlanjutan ide dan implementasi kebijakan.

“Institusi akan melahirkan kepemimpinan, kebijakan, dan aksi nyata yang berkelanjutan,” katanya.

Peluncuran ini juga dihadiri puluhan praktisi dan pemerhati lingkungan. Hasil diskusi diharapkan menjadi pijakan strategis dalam mendukung target Net Zero Emissions 2030 dan 2060, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui ekonomi hijau.(Farens Excel)

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News