Menhan: Pers garda terdepan jaga kedaulatan di tengah perang opini

Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan bahwa insan pers memiliki peran strategis dalam menjaga kedaulatan negara, khususnya di tengah derasnya arus informasi dan menguatnya perang opini di era global saat ini.

Update: 2026-02-02 09:20 GMT

Sumber foto: Heru Lianto/elshinta.com.

Elshinta Peduli

Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan bahwa insan pers memiliki peran strategis dalam menjaga kedaulatan negara, khususnya di tengah derasnya arus informasi dan menguatnya perang opini di era global saat ini.

Hal tersebut disampaikan Menhan saat memberikan pembekalan kepada peserta Retret Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Pusat Kompetensi Bela Negara, Desa Cibodas, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (31/1/2026).

Menhan menegaskan bahwa bela negara merupakan hak sekaligus kewajiban setiap warga negara sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 30 Undang-Undang Dasar 1945.

Negara, menurutnya, harus mampu mempertahankan diri dari berbagai ancaman, baik yang bersifat militer maupun nonmiliter, fisik maupun nonfisik, yang kini semakin kompleks seiring dinamika global dan derasnya arus informasi.

Dalam konteks tersebut, Menhan menyebut insan pers sebagai garda terdepan dalam menghadapi perang opini.

Wartawan dinilai memiliki peran penting untuk mengikuti perkembangan informasi, membaca potensi ancaman sejak dini, serta menyiapkan langkah antisipasi yang berpijak pada kepentingan nasional.

“Sebagai insan pers sangat diharapkan update terhadap perkembangan yang ada. Kita tidak boleh ketinggalan informasi, kita harus punya suatu antisipasi. Di mana antisipasi yang kita siapkan itu harus menjaga kepentingan nasional kita,” kata Menhan sebagaimana dalam rilis resmi yang diterima Reporter Elshinta, Heru Lianto, Senin (2/2).

Elshinta Peduli

Selain itu, Menhan juga menekankan pentingnya disiplin sebagai bagian dari semangat bela negara, terutama di tengah tantangan transformasi digital.

Menurutnya, tantangan insan pers saat ini tidak hanya berkaitan dengan teknologi, tetapi juga penguatan nasionalisme kebangsaan.

“Tantangan yang dialami bapak dan ibu sekalian adalah tantangan digitalisasi dan tantangan nasionalisme kebangsaan,” ujar Menhan.

Menhan berharap organisasi PWI memiliki keberanian dan komitmen untuk konsisten menjaga kedaulatan negara di tengah dinamika perang opini yang kian menguat.

Diketahui, kedatangan Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin pada hari ketiga pelaksanaan retret PWI bertujuan untuk memberikan motivasi sekaligus penguatan semangat nasionalisme kepada para peserta.

Sebelum memberikan pembekalan, Menhan terlebih dahulu menerima paparan dari Kepala Pusat Kompetensi Bela Negara Brigjen TNI Ferry Trisnaputra.

Paparan tersebut mencakup gambaran tata letak atau layout Pusat Kompetensi Bela Negara, laporan pelaksanaan pelatihan yang tengah dan akan berlangsung, serta rencana pembangunan sarana dan prasarana latihan dasar militer bagi Komponen Cadangan (Komcad). 

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News