Kemenhut intensifkan pemadaman karhutla di sejumlah wilayah Riau
Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengintensifkan upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau dengan Manggala Agni sampai saat ini telah melakukan 265 operasi pemadaman.
Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengintensifkan upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau dengan Manggala Agni sampai saat ini telah melakukan 265 operasi pemadaman.
"Luas karhutla di Riau periode Januari hingga Februari 2026 telah mencapai 4.440,21 ha, dan angka ini terus meningkat seiring kondisi cuaca yang rentan. Hingga saat ini, regu gabungan telah berhasil melakukan pemadaman darat sebanyak 265 operasi di beberapa titik," ujar Dirjen Penegakan Hukum (Gakkum) Kemenhut Dwi Januanto Nugroho dalam pernyataan dikonfirmasi dari Jakarta, Jumat.
Dia menjelaskan bahwa operasi intensif dilakukan menyusul peningkatan luas area terbakar serta kondisi cuaca kering ekstrem yang menempatkan seluruh wilayah Riau dalam status Sangat Mudah mengalami karhutla.
Kemenhut bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BMKG), Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Polri, TNI, Pemerintah Provinsi Riau dan masyarakat serta pihak swasta terus berupaya melakukan langkah pengendalian karhutla.
Giat operasi darat maupun udara juga terus diintensifkan guna menjaga kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Untuk deteksi dini, jelasnya, Kemenhut melakukan pemantauan titik panas melalui berbagai jenis satelit seperti Terra, Aqua, SNPP, dan NOAA20.
Berdasarkan pantauan Satelit Terra/Aqua (NASA) dengan tingkat kepercayaan tinggi pada periode 1 Januari hingga 26 Maret 2026, tercatat sebanyak 625 titik panas di seluruh Indonesia dan 42,56 persen (266 titik) berada di Provinsi Riau.
Untuk mengatasi tantangan di lapangan, Kemenhut telah memobilisasi sebanyak 387 personel gabungan. Untuk memperkuat lini depan, Kemenhut mengirimkan pula regu Bantuan Kendali Operasi (BKO) Manggala Agni dari luar Riau, yaitu dari Daops Bukit Tempurung Jambi, Daops Kota Jambi, dan Daops Labuhan Batu Sumatera Utara.
Dalam pernyataan terpisah, Ferdian Krisnanto selaku Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera menyampaikan bahwa saat ini Manggala Agni tengah berjibaku melakukan pemadaman di beberapa lokasi kritis bersama satgas kabupaten dan provinsi.
Lokasi pemadaman termasuk diantaranya di Kelurahan Mundam di Dumai, SM Giam Siak Kecil, Desa Merbau dan Pulau Muda di Pelalawan), Desa Talang Jerinjing di Indragiri Hulu serta wilayah Pulau Rupat di Bengkalis.
"Strategi awal saat ini adalah melakukan penyekatan api agar kebakaran tidak meluas, kemudian memukul dan mematikan kepala api serta mematikan sumber potensi asap utama," ujar Ferdi.
Dia menyebutkan kendala saat ini yang dihadapi di lapangan adalah faktor keterbatasan air untuk pemadaman, seiring dengan menurunnya curah hujan yang mengakibatkan turunnya tinggi muka air tanah terutama pada wilayah gambut.
Untuk mengatasi masalah tersebut, Manggala Agni dibantu oleh masyarakat dan pemerintah daerah setempat dengan alat berat untuk menggali embung air, membersihkan kanal dan memperlebar sekat.


