KLH dampingi Kotim terapkan KIE Nasional pengelolaan sampah
KLH dampingi Kotim jalankan KIE nasional guna ubah perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah.
Elshinta/ Antara
Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) melalui Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) memberikan pendampingan kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, dalam penerapan program Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Nasional Pengelolaan Sampah.
Kepala DLH Kotim, Marjuki, menyampaikan bahwa pendampingan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
“Pendampingan ini sangat penting untuk memperkuat kolaborasi dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan lestari,” ujarnya di Sampit, Sabtu (4/4/2026).
Dorong Perubahan Perilaku Masyarakat
Program KIE Nasional Pengelolaan Sampah merupakan inisiatif pemerintah untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah, mulai dari sumber hingga ke tahap akhir.
Program ini juga menjadi bagian dari target besar Indonesia menuju bebas sampah pada 2029. Fokus utama yang didorong meliputi pemilahan sampah sejak dari rumah, pengurangan limbah, serta optimalisasi pemanfaatan Bank Sampah.
Masyarakat didorong untuk melakukan langkah sederhana seperti memilah sampah organik dan anorganik, membawa wadah sendiri saat berbelanja, hingga mengolah sampah menjadi kompos.
Edukasi Terintegrasi di Berbagai Sektor
KLH menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada infrastruktur, tetapi juga pada kesadaran dan partisipasi masyarakat.
Melalui pendekatan KIE, edukasi pengelolaan sampah diintegrasikan dalam berbagai sektor, mulai dari kampanye media, sekolah, komunitas, hingga kegiatan masyarakat sehari-hari.
Dengan strategi ini, diharapkan kesadaran lingkungan dapat menjadi bagian dari budaya masyarakat.
Tinjau Lapangan dan Fasilitas Pengelolaan
Dalam kegiatan pendampingan, tim KLH/BPLH juga melakukan peninjauan langsung ke sejumlah lokasi, termasuk Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), depo sampah, sekolah, serta unit Bank Sampah di kawasan Kompleks Perumahan Pebabri.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan kesiapan daerah dalam menyusun strategi komunikasi dan edukasi yang efektif.
Melalui program KIE, diharapkan masyarakat semakin sadar untuk mengurangi, memilah, dan mengelola sampah secara mandiri, sehingga mampu menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.


