Pengangkutan sampah di Pasar Induk Kramat Jati mulai berjalan, 10 truk dikerahkan

Update: 2026-04-03 13:10 GMT

Sampah menggunung di Pasar Induk Kramat Jati mulai diangkat dan diangkut, Jumat (3/4/2026)

Indomie

Aktivitas pengangkutan sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, mulai dilakukan Perumda Pasar Jaya, Jumat (3/4/2026).

Pantauan Elshinta di lokasi, terlihat satu alat berat jenis deko tengah mengeruk tumpukan sampah yang menggunung untuk kemudian dipindahkan ke truk pengangkut.

Terlihat pula sejumlah petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup yang membersihkan sisa-sisa sampah di area yang telah dikeruk dan diangkut.

Berdasarkan informasi dari pihak sekuriti Pasar Induk Kramat Jati, yang enggan namanya disebut, mengatakan pengangkutan sampah telah dilakukan sejak kemarin.

"Sudah dari kemarin pengangkutannya,, Mas" ujar sekuriti tersebut sesambil mengawasi lalu lalang truk sampah.

Lebih lanjut ia memgatakan, Perumda Pasar Jaya mengerahkan sedikitnya 10 truk untuk mengangkut sampah menuju Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.

"Sampai saat ini sudah ada 10 truk yang sudah mengangkut sampah," terangnya.

Sebelumnya, penumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati sempat menjadi sorotan Radio Elshinta pada Jumat, 27 Maret 2026, dengan ketinggian mencapai lebih dari lima meter.

Kondisi tersebut dikeluhkan pedagang dan pembeli, karena bau yang menyengat dari tumpukan sampah sehingga membuat minat pembeli menurun dan berdampak pada omzet pedagang.

Elshinta Peduli

Manajer Pasar Induk Kramat Jati, Agus Lamun, mengungkapkan kendala pengangkutan sampah tersebut dipicu gangguan operasional di TPST Bantargebang pada awal Maret lalu.

Peristiwa itu berdampak pada terhambatnya distribusi sampah dari sejumlah pasar di Jakarta, termasuk Pasar Induk Kramat Jati.

"Beberapa waktu lalu ada kendala di Bantargebang, sehingga berdampak pada pengangkutan sampah dari pasar,” kata Agus, Jumat lalu.

Sementara itu, Manajer Humas Perumda Pasar Jaya, Topik Hidayatulloh, menyampaikan pihaknya telah menyewa 20 unit truk dari perusahaan jasa pengangkutan sampah yang terdaftar resmi di Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta dan DPMPTSP.

Sebanyak 20 unit truk tersebut terdiri dari 19 truk tronton berkapasitas 20 ton dan satu unit truk tipe typher berkapasitas 12 ton.

“Kami terus berkoordinasi secara intensif dengan instansi terkait untuk memastikan seluruh tumpukan sampah segera teratasi,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Radio Elshinta, pada Rabu (1/4). | Heru Lianto

Heru Lianto/Ter

Elshinta Peduli

Similar News