KLH pastikan dalami penyebab asap kuning dari pabrik kimia di Cilegon
Kementerian Lingkungan Hidup (KLH)/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) memastikan akan mendalami munculnya asap kuning dari sebuah pabrik kimia di Cilegon, Banten untuk memastikan apakah dibutuhkan penanganan lebih lanjut.
Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Kementerian Lingkungan Hidup (KLH)/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) memastikan akan mendalami munculnya asap kuning dari sebuah pabrik kimia di Cilegon, Banten untuk memastikan apakah dibutuhkan penanganan lebih lanjut.
"KLH/BPLH telah menugaskan tim pedal dan pengawas dari Deputi PPKL dan Deputi Gakkum. Langkah ini dilakukan untuk mengetahui kronologis dan penyebab terjadi kebocoran," kata Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) KLH/BPLH Rasio Ridho Sani menjawab pertanyaan ANTARA di Jakarta, Senin.
Tim dari KLH/BPLH, kata Ridho, sudah diterjunkan ke lokasi pabrik yang berada di kawasan industri Cikuasa di Cilegon tersebut.
Sebelumnya, beredar video di media sosial mengenai asap berwarna kuning yang muncul di lokasi pabrik penyimpanan bahan kimia di wilayah Cilegon pada Sabtu (31/1). Kejadian itu menimbulkan kepanikan warga sekitar yang berada di Kelurahan Gerem.
Beberapa warga sempat mengaku asap kuning itu menimbulkan gejala pusing, mual hingga muntah.
Sementara itu, beberapa pihak juga telah melakukan peninjauan termasuk Wali Kota Cilegon Robinsar yang mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan. Menurutnya, tidak ada gas keluar dan asap itu bukan dari kebocoran pipa atau disebabkan kebocoran dari tangki penyimpanan bahan kimia.
Dalam pernyataannya, Pemerintah Kota Cilegon memastikan kondisi lingkungan sekitar aman setelah insiden munculnya kepulan asap tersebut. Namun, dia menyampaikan pihaknya sudah meminta perusahaan untuk lebih-lebih berhati-hati dalam melakukan kegiatannya.
Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia Chalim mendesak pemerintah untuk melakukan investigasi terkait dugaan kebocoran gas di pabrik penyimpanan bahan kimia tersebut.
Menurutnya, meski pihak Kepolisian dan Pemerintah Kota Cilegon sudah menyatakan bahwa asap itu bukan disebabkan oleh kebocoran tangki atau pipa, melainkan akibat dari proses pembersihan pipa, perlu dilakukan penjelasan lebih lanjut.


