Seekor Elang Jawa tabrak jendela kaca di Sukabumi
Seekor elang jawa menabrak jendela rumah di Kampung Nyangegeng, Desa Babakanpanjang, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat. Kejadian ini, membuat kaca jendela pecah dan satwa tersebut mengalami luka pada bagian paruh dan kaki.
Sumber foto: Andri Somantri/elshinta.com.
Seekor elang jawa menabrak jendela rumah di Kampung Nyangegeng, Desa Babakanpanjang, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat. Kejadian ini, membuat kaca jendela pecah dan satwa tersebut mengalami luka pada bagian paruh dan kaki.
Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan Nagrak, Winda Tri Sutrisno menjelaskan peristiwa itu terjadi pada Sabtu (31/1/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.
Winda yang akrab disapa Miky menjelaskan, kejadian ini mengagetkan warga. Awalnya, pemilik rumah mengira ada orang yang melempar batu ke arah jendela. Namun setelah diperiksa ternyata kaca pecah karena ditabrak satwa tersebut.
”Jadi pada hari Sabtu menerima laporan dari salah satu warga bahwa ada kejadian yang mengagetkan, kaca jendela pecah lantas diperiksa ternyata ada seekor burung elang,” kata Winda, Senin (2/2/2026).
Setelah kejadian tersebut, elang tidak terbang. Warga kemudian berinisiatif menolong satwa itu dengan memasukkan ke dalam kandang, selanjutnya warga melaporkan kejadian tersebut kepada P2BK.
"Setelah dicek kita pastikan itu adalah elang Jawa yang merupakan satwa dilindungi,” ujarnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Andri Somantri, Senin (2/2).
Menurut Winda tempat kejadian elang menabrak jendela berada sekitar 5 kilometer dari kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP). Dia pun tidak mengetahui penyebab elang tersebut menabrak jendela.
Setelah dilakukan pengecekan pada Minggu (1/2/2026), elang jawa dievakuasi oleh P2BK bersama relawan Jaga Satwa.
“Kita tindak lanjut pada hari Minggu, kita cek lokasi dan evakuasi dengan rekan dari Jaga Satwa, Kang Raju, tampaknya ada sedikit luka pada paruh dan lecet jari kaki sebelah kiri,” imbuhnya.
Elang Jawa kemudian ditempatkan sementara waktu ke kandang yang ukurannya lebih besar milik relawan Jaga Satwa.
Winda menuturkan setelah dievakuasi dan ditempatkan ke kandang yang lebih luas, elang Jawa itu sudah mulai aktif kembali. Keadaan itu berbeda dengan hari sebelumnya, satwa itu nampak murung karena mungkin kesakitan dan kaget setelah menabrak jendela.
”Sudah ada perubahan, sudah agresif, sudah aktif dan tampak sudah mengepak-ngepakkan sayap,” ujarnya.
Terkait kejadian ini Winda sudah berkoordinasi dengan petugas Balai TNGGP serta Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk penanganan selanjutnya.
Petugas Balai TNGGP sudah datang ke tempat relawan Jaga Satwa untuk mengecek, adapun petugas Balai BKSDA datang untuk mengevakuasi elang jawa itu.


