BGN terapkan skema WFH bergantian untuk utamakan layanan publik

Update: 2026-04-10 11:20 GMT

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana. ANTARA/HO-bgn.go.id/pri

Indomie

Badan Gizi Nasional (BGN) menerapkan kebijakan kerja dari rumah atau work from home secara bergantian untuk tetap mengutamakan pelayanan publik dan mendukung penghematan bahan bakar minyak (BBM).

Kepala BGN Dadan Hindayana mengemukakan, kebijakan tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mengurangi mobilitas pegawai tanpa mengganggu layanan kepada masyarakat.

"Penerapan sistem kerja fleksibel, termasuk WFH, menjadi salah satu cara efektif untuk menekan konsumsi BBM. Bagi yang melayani publik, WFH dilakukan bergantian. Yang bekerja dari kantor atau work from office (WFO) pada hari Jumat, akan WFH Senin, demikian juga sebaliknya," katanya di Jakarta, Jumat (10/4).

Dadan menyampaikan, penyesuaian tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 9 Tahun 2026 sebagai langkah mendukung efisiensi operasional.

Meski bekerja dari rumah, Dadan menegaskan bahwa kedisiplinan dan responsivitas pegawai tetap menjadi prioritas utama. Ia menekankan pentingnya menjaga kelancaran komunikasi selama jam kerja.

"Untuk memastikan produktivitas dan kelancaran komunikasi dalam melaksanakan tugas kedinasan selama penerapan WFH, seluruh pegawai wajib menyalakan alat komunikasi dan merespons dengan cepat setiap instruksi dan atau arahan dari pimpinan mulai pukul 08.00 waktu setempat sampai dengan 16.00 waktu setempat," tuturnya.

Ia juga berharap agar para pegawai dapat merespons pesan pekerjaan serta menjawab panggilan telepon, kecuali dalam kondisi tertentu seperti sedang dalam perjalanan udara.

"Diminta merespons pesan pekerjaan dengan ketentuan paling lama lima menit, merespons panggilan telepon pekerjaan dengan ketentuan kurang dari tiga kali nada panggilan," ucap Dadan.

Dengan kebijakan tersebut, BGN berharap dapat mendukung efisiensi penggunaan energi sekaligus memastikan kinerja organisasi tetap optimal dalam menjalankan program-program prioritas, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News