Bupati Bekasi tinjau tanggul jebol pastikan percepatan penanganan

Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja meninjau titik tanggul jebol di Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muaragembong untuk memastikan percepatan penanganan darurat sebagaimana komitmen pemerintah daerah setempat pada masa pemulihan bencana.

Update: 2026-01-21 15:50 GMT

Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Elshinta Peduli

Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja meninjau titik tanggul jebol di Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muaragembong untuk memastikan percepatan penanganan darurat sebagaimana komitmen pemerintah daerah setempat pada masa pemulihan bencana.

Asep mengatakan kedatangannya ke lokasi untuk menindaklanjuti laporan masyarakat sekaligus memastikan pelaksanaan respons cepat tanggap darurat oleh lintas sektor terkait agar kondisi dapat segera dikendalikan.

"Saya datang ke sini setelah menerima laporan dari masyarakat terkait tanggul jebol. Alhamdulillah penanganan cepat sudah dilakukan. Terima kasih Pak Camat, Lurah, masyarakat. Juga Pak Kalak BPBD yang telah bahu-membahu di lapangan. BBWS juga sudah turun dan sekarang kita lihat kondisi air sudah mulai landai," katanya di lokasi, Rabu.

Dia mengatakan berdasarkan hasil identifikasi sementara, terdapat lima titik tanggul kritis di wilayah Kecamatan Muaragembong. Selain itu, titik tanggul rawan juga ditemukan di Cabangbungin serta empat titik di wilayah Pebayuran.

"Tadi sudah saya bicarakan dengan BBWS, anggaran penanganan sudah disiapkan dan kita ingin dilakukan secepat mungkin. Ini untuk langkah preventif, jangan sampai setelah surut justru jebol lagi untuk kedua kali," katanya.

Dirinya mengaku material yang digunakan untuk menahan deras laju air Sungai Citarum di titik tanggul jebol masih berupa pasir, batu serta bronjong atau bersifat sementara, namun pihaknya terus mendorong agar perbaikan dilakukan secara permanen.

Elshinta Peduli

"Ke depan kita ingin penanganan permanen seperti di Kalimalang. Katanya tinggal menunggu DED karena ini kewenangan pusat. Kami ajukan ke pemerintah pusat dan Pak Gubernur agar didorong, khususnya untuk wilayah Bekasi yang berkaitan dengan Kali Citarum," katanya.

Pemerintah daerah juga memastikan akan menanggung biaya perbaikan satu unit rumah warga setempat yang dikabarkan mengalami kerusakan setelah diterjang air luapan Sungai Citarum usai insiden tanggul jebol.

"Termasuk itu (rumah rusak) karena memang menjadi tanggung jawab pemerintah. Warga yang terdampak kami minta datang ke kantor, kami usahakan melalui anggaran daerah. Kalau tidak memungkinkan, bisa lewat Baznas atau CSR," katanya.

Asep juga menyampaikan secara umum kondisi banjir di Kabupaten Bekasi mulai menunjukkan penurunan. Dari semula berdampak di 17 kecamatan, kini tersisa 11 kecamatan dengan kondisi berangsur surut.

"Untuk saat ini sudah ada penurunan walaupun curah hujan masih berpotensi cukup tinggi. Tapi yang menjadi PR besar kita ke depan, banjir di Bekasi ini tahunan dan langganan. Tugas kita pemerintah daerah, mencari solusi jangka panjang agar bisa meminimalisir banjir," kata dia.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News