Gandeng rekosistem, Soekarno Run 2026 usung konsep ramah lingkungan

Update: 2026-02-15 03:17 GMT

Elshinta/ ADP

Elshinta Peduli

Gelaran Soekarno Run Runniversary 2026 tidak hanya menjadi ajang perayaan semangat perjuangan Bung Karno, tetapi juga momentum aksi nyata pelestarian lingkungan. Tahun ini, panitia resmi bekerja sama dengan Rekosistem untuk mengelola dan mendaur ulang sampah selama rangkaian acara di kawasan Gelora Bung Karno (GBK).

Kolaborasi ini menghadirkan sistem pemilahan sampah terintegrasi di sejumlah titik strategis, termasuk area start-finish, water station, hingga area tenant UMKM. Sampah plastik, kertas, dan material daur ulang lainnya akan dikumpulkan dan diproses secara bertanggung jawab guna mengurangi beban di tempat pembuangan akhir (TPA).

Ketua Panitia Soekarno Run Runniversary 2026, Muhammad Syaeful Mujab, menyatakan bahwa semangat "merawat pertiwi" harus diwujudkan melalui tindakan konkret.

"Bung Karno mengajarkan kita tentang cinta tanah air. Hari ini, cinta itu kami terjemahkan melalui tanggung jawab menjaga bumi. Melalui kolaborasi dengan Rekosistem, kami ingin memastikan Soekarno Run tidak hanya meninggalkan jejak di lintasan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi lingkungan," ujar Syaeful Mujab, di kawasan Senayan, Jakarta, Minggu (15/2/2026).

Selain pengelolaan sampah, panitia juga mengedukasi peserta untuk membawa botol minum pribadi guna mengurangi penggunaan plastik sekali pakai melalui kampanye #BerlariTanpaSampah. Relawan lingkungan turut dilibatkan untuk memastikan proses pemilahan berjalan efektif di lapangan.

Perwakilan Rekosistem menegaskan bahwa kemitraan ini menjadi contoh praktik baik (best practice) penyelenggaraan acara olahraga berkelanjutan di Indonesia. Dengan partisipasi 10.000 pelari, Soekarno Run diharapkan mampu menjadi model sport event yang selaras dengan prinsip ekonomi sirkular.

Melalui kolaborasi ini, Soekarno Run menegaskan bahwa upaya merayakan sejarah dan membangun masa depan dapat berjalan beriringan; berlari untuk Indonesia sekaligus merawat pertiwi. (Arie Dwi Prasetyo)

Elshinta Peduli

Similar News