Gelar Rapimprov II 2026, KADIN DKI Jakarta dorong pengusaha lokal jadi motor ekonomi ibu kota

Kamar Dagang dan Industri (KADIN) DKI Jakarta menggelar Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) II tahun 2026 sebagai forum strategis dunia usaha dalam merumuskan arah kebijakan organisasi sekaligus memperkuat peran pengusaha lokal dalam pembangunan ekonomi Jakarta. Rapat yang merupakan bagian dari agenda kepengurusan KADIN DKI Jakarta masa bakti 2024 - 2029 ini dilaksanakan sesuai amanat anggaran dasar KADIN.

Update: 2026-03-09 13:03 GMT

Sumber foto: Istimewa/elshinta.com.

Indomie

Kamar Dagang dan Industri (KADIN) DKI Jakarta menggelar Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) II tahun 2026 sebagai forum strategis dunia usaha dalam merumuskan arah kebijakan organisasi sekaligus memperkuat peran pengusaha lokal dalam pembangunan ekonomi Jakarta. Rapat yang merupakan bagian dari agenda kepengurusan KADIN DKI Jakarta masa bakti 2024 - 2029 ini dilaksanakan sesuai amanat anggaran dasar KADIN.

Dalam forum tersebut, KADIN DKI Jakarta menetapkan berbagai keputusan penting, mulai dari kebijakan organisasi tahun berjalan, penetapan program kerja hingga pengesahan anggaran penerimaan dan belanja organisasi tahun anggaran 2026. Rapimprov II KADIN DKI Jakarta tahun ini mengangkat tema “Pengusaha Lokal sebagai Pilar Strategis Penggerak Ekonomi Provinsi DKI Jakarta.”

Kegiatan ini dibuka oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama Ketua Umum KADIN Indonesia Anindya N. Bakrie, sebagai simbol sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dalam memperkuat ekonomi Jakarta. Ketua Umum KADIN DKI Jakarta Diana Dewi menegaskan bahwa penguatan pengusaha lokal merupakan strategi penting untuk memperkuat ketahanan ekonomi daerah.

“Kalau pengusaha lokal kuat, ekonomi Jakarta akan bergerak dari dalam. Uang berputar di kota ini, lapangan kerja tercipta dan efek ekonomi langsung dirasakan masyarakat,” ujar Diana disela-sela Rapimprov II yang digelar Hotel Park Hyatt Jakarta pada Senin (9/3).

Menurut Diana, Jakarta sebagai pusat ekonomi nasional memiliki potensi besar dari pelaku usaha lokal yang selama ini menjadi tulang punggung aktivitas ekonomi daerah. Dengan keberpihakan kebijakan yang tepat, pengusaha lokal lanjut Diana dapat menciptakan multiplier effect bagi perekonomian Jakarta, mulai dari peningkatan investasi, pembukaan lapangan kerja hingga penguatan ekosistem UMKM dan industri.

Elshinta Peduli

Sebagai bagian dari rangkaian Rapimprov II, KADIN DKI Jakarta juga menyelenggarakan talkshow strategis yang menghadirkan dialog antara pemerintah, DPRD, akademisi dan dunia usaha guna merumuskan kebijakan yang mendukung pengusaha lokal. Talkshow tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Asisten Perekonomian dan Keuangan Pemprov DKI Jakarta Ir. Suharini Eliawati, M.Si, Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Hj. Yuke Yurike, ST., MM, serta Kepala Institute of Advanced Studies in Economic and Business (ASEB) Universitas Indonesia Dr. Turro Seltris Wongkaren, SE, MA.

Diskusi ini membahas berbagai perspektif kebijakan, regulasi serta inovasi ekonomi daerah yang dapat memperkuat posisi pengusaha lokal tanpa mengabaikan prinsip persaingan usaha yang sehat.

Ketua Umum KADIN DKI Jakarta Diana Dewi menambahkan bahwa keberpihakan terhadap pengusaha lokal tidak berarti menutup peluang investasi dari luar, tetapi memastikan bahwa pelaku usaha di Jakarta turut menjadi bagian penting dari pembangunan ekonomi daerah. “Jakarta tidak kekurangan investor. Tapi Jakarta harus memastikan pengusahanya sendiri ikut naik kelas dan menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi kota ini,” katanya.

Melalui Rapimprov II ini, KADIN DKI Jakarta menargetkan lahirnya rekomendasi kebijakan strategis yang dapat memperkuat pengusaha lokal sebagai pilar ekonomi daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi Jakarta yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Forum ini juga menjadi momentum konsolidasi antara pemerintah, dunia usaha dan pemangku kepentingan lainnya dalam membangun ekosistem ekonomi Jakarta yang lebih kuat, berdaya saing dan mampu menghadapi tantangan ekonomi global.

Sementara itu Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menuturkan bahwa pihaknya akan menggelar berbagai program untuk terus menggeliatkan ekonomi di Jakarta dan wilayah penyangga lainnya. "Salah satunya kami mengkampanyekan agar warga negara Singapura, Malaysia ataupun Thailand bisa lebih lama untuk membelanjakan uangnya di Indonesia. Saat ini warga negara asing dari negara tetangga bisa lebih lama berada di Indonesia untuk berbelanja di Bandung dengan mempergunakan moda transportasi whoosh. Esoknya mereka bisa berbelanja di Plaza Senayan, Pantai Indah Kapuk (PIK) dan tempat perbelanjaan lainnya. Lusa mereka jogging di Jakarta pada gelaran car free day," ungkap Pramono.

Saat ini lanjut Pramono ada trend frekuensi penerbangan dari Singapura dan beberapa negara tetangga lainnya kian tinggi ke Indonesia. "Hal ini tentu membawa dampak positif bagi para pelaku usaha di tanah air dan kami berupaya akan membuat nyaman mereka dengan berbagai fasilitas yang terus diperbaharui" tutup Pramono Anung.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News