Komisi VI DPR apresiasi respons cepat Pertamina tangani bencana di Sumatra
Mobil tangki BBM melewati Jembatan Teupin Mane, Bireuen, Aceh, yang dibuka kembali. ANTARA/HO-PT Pertamina Patra Niaga
Komisi VI DPR RI mengapresiasi langkah cepat dan responsif PT Pertamina (Persero) dalam menangani dampak bencana alam di sejumlah wilayah Sumatra. Apresiasi tersebut mengemuka dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR RI bersama jajaran direksi Pertamina yang digelar pada Rabu (11/2).
Anggota Komisi VI DPR RI Mufti Aimah Nurul Anam menilai upaya Pertamina dalam memastikan ketersediaan dan distribusi energi di wilayah terdampak bencana bukan perkara mudah, terutama di tengah keterbatasan infrastruktur.
“Bahkan tidak sampai satu bulan, kendala BBM sudah terurai,” ujar Mufti dalam rapat tersebut.
Mufti berharap pengalaman penanganan bencana di Sumatra dapat menjadi pembelajaran bersama, khususnya dalam penyusunan dan penerapan standar operasional prosedur (SOP) penyaluran BBM di wilayah terdampak bencana.
Apresiasi serupa juga disampaikan anggota Komisi VI DPR RI Andre Rosiade. Ia menyebut Pertamina sebagai salah satu BUMN yang bergerak cepat membantu pemerintah dalam menangani dampak bencana di Sumatra Barat, Aceh, dan Sumatra Utara.
“Saya ucapkan terima kasih atas gerak cepat Pertamina dalam membantu penanganan bencana di Sumatra Barat, Aceh, dan Sumatra Utara. Di Sumatra Barat, saya merasakan langsung bagaimana cepatnya Pertamina membantu pemerintah menyelesaikan persoalan akibat bencana alam,” kata Andre, seperti dilaporkan Reporter Elshinta, Supriyarti Rudatin.
Andre juga menuturkan jajaran Pertamina turun langsung ke lapangan untuk memastikan distribusi BBM dan bantuan logistik tetap berjalan. Ia menyebut General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumatra Bagian Utara (Sumbagut) turut merespons cepat permintaan pengiriman BBM dan bantuan bagi para pengungsi di Sumatra Barat.
Selain itu, menurut Andre, Pertamina International Shipping juga berperan aktif dalam mengamankan distribusi BBM di kawasan terdampak bencana.
Sementara itu, anggota Komisi VI DPR RI Darmadi Durianto menilai cepatnya respons Pertamina tidak terlepas dari kepemimpinan Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri.
“Pak Dirut ini responsnya cepat. Tengah malam pun pesan WhatsApp dijawab. Saya pernah meminta bantuan dan langsung ditindaklanjuti,” ujar Darmadi.
Ia menambahkan, masyarakat di wilayah terpencil seperti Bawean juga menyampaikan apresiasi atas layanan Pertamina di bawah kepemimpinan Simon.
Dalam RDP tersebut, Pertamina memaparkan sejumlah langkah konkret yang telah dilakukan dalam penanganan bencana di Sumatra. Dukungan energi yang disalurkan antara lain 3.287 tabung Bright Gas, BBM jenis Dexlite dan Pertamax sebanyak 405,2 kiloliter, Avtur 253 kiloliter, 15 unit Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), serta 36 unit genset.
Pertamina juga menjelaskan penyaluran energi ke wilayah terdampak tidak hanya dilakukan melalui jalur darat yang berat dan sulit, tetapi juga memanfaatkan jalur udara dan laut guna memastikan distribusi tetap berjalan.
Selain penanganan bencana, RDP Komisi VI DPR RI dengan Pertamina juga membahas rencana penyaluran LPG 3 kilogram melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). Pertamina menegaskan akan tetap melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan kebijakan tersebut dan memastikan penyaluran melalui KDMP tidak mematikan peran agen LPG yang telah ada.


