Korban bencana banjir di Tangerang capai 133 ribu jiwa

Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid mengungkapkan bahwa korban bencana alam banjir yang meliputi 27 wilayah kecamatan di daerah itu telah berdampak terhadap 33 kepala keluarga (KK) dengan 133 ribu jiwa.

Update: 2026-01-27 13:10 GMT

Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Elshinta Peduli

Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid mengungkapkan bahwa korban bencana alam banjir yang meliputi 27 wilayah kecamatan di daerah itu telah berdampak terhadap 33 kepala keluarga (KK) dengan 133 ribu jiwa.

"Dari jumlah total 29 wilayah kecamatan dengan yang terdampak bencana sebanyak 27 kecamatan terdapat 33 ribu KK dengan 133 ribu jiwa terdampak banjir," kata Maesyal di Tangerang, Selasa.

Menurut dia, bencana alam ini akibat terjadinya hujan deras dengan intensitas tinggi serta adanya beberapa aliran sungai dan danau yang meluap. Namun, untuk update terkini dari puluhan kecamatan yang terdampak itu telah berangsur surut.

Hanya saja, air banjir menyisakan beberapa wilayah masih terendam dengan ketinggian debit air mencapai 30 sampai 80 centimeter.

"Saat ini yang masih banjir itu rata-rata ada luapan, Limpahan dari sungai Cidurian, sungai Cirarab, dan juga ada Situ Gelam. Itu memang penyebabnya adalah tingginya curah hujan, dan air di sungai sudah tidak mampu lagi untuk mengakomodir hingga meluap," katanya.

Dia menambahkan, dengan kondisi tersebut Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang kini terus berupaya melakukan penanganan melalaui pemulihan pasca bencana oleh seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

"Upaya pemerintah daerah mengerahkan semua OPD terkait. Sejak kemarin terus melakukan penanganan banjir baik terhadap korban maupun penanganan sumber banjir," tuturnya.

Selain melakukan penanganan langsung terhadap korban bencana, pemerintah daerah juga telah menyiasati sejumlah penanganan banjir salah satunya yakni melakukan normalisasi sungai hingga koordinasi dengan lembaga dan instansi terkait pengelola aliran sungai seperti Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

Elshinta Peduli

"Secara bertahap sudah agendakan untuk pengadaan pembelian pompa air dengan skala yang lebih besar untuk membuang air supaya tidak banjir lagi," tuturnya.

Kemudian, untuk langkah jangka panjang penanganan bencana pihaknya bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten akan berkolaborasi lintas sektor baik tingkat kabupaten/kota hingga lembaga dan kementerian.

"Kami sudah diundang oleh Gubernur, BBWS, BPN hingga Wali Kota Tangerang mengenai pembahasan penanganan banjir untuk mencari solusi," ungkapnya.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News