Layanan ambulans di Jakarta tetap siaga 24 jam selama Ramadhan

Pusat Krisis dan Kegawatdaruratan Kesehatan Daerah (PK3D) DKI Jakarta menyiagakan layanan ambulans dan personel selama 24 jam, termasuk pada waktu sahur dan berbuka selama Ramadhan untuk melayani warga yang memerlukan.

Update: 2026-02-20 10:50 GMT

Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Elshinta Peduli

Pusat Krisis dan Kegawatdaruratan Kesehatan Daerah (PK3D) DKI Jakarta menyiagakan layanan ambulans dan personel selama 24 jam, termasuk pada waktu sahur dan berbuka selama Ramadhan untuk melayani warga yang memerlukan.

"Kami memiliki kurang lebih sekitar 80 titik posko untuk unit ambulans. Jadi, titik-titik kami tersebar di banyak lokasi di DKI Jakarta, dan petugas memang 24 jam bersiaga," kata Kepala Unit PK3D Sulung Mulia Putra dalam siniar bertema “PK3D: Peran PK3D Jaga Jakarta Tetap Tangguh di Bulan Ramadhan” di Jakarta, Jumat.

Begitu pula dengan puskesmas dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Jakarta, kata dia, tetap bersiaga selama 24 jam sehingga, masalah kesehatan yang dialami warga dapat segera tertangani.

Sulung mengatakan warga Jakarta yang membutuhkan layanan ambulans dapat menghubungi nomor 112 atau 119, mengakses JakCare, JakSehat atau JAKI. Terdapat total 98 unit ambulans yang siap melayani warga di ibu kota tanpa dipungut biaya.

Nantinya, sambung dia, unit ambulans di lapangan akan menjemput warga yang membutuhkan layanan. Setelah itu, ada perawat di lapangan yang memeriksa langsung kondisi pasien dan menentukan kondisi kegawatdaruratannya.

"Jadi, sudah terintegrasi. Saat pasien ditangani, membutuhkan rujukan, kami masukkan ke sistem rumah sakit atau puskesmas yang dituju. Itu sudah mengetahui bahwa pasien akan datang dan sudah approved (setuju) untuk hadir," ujar Sulung.

Elshinta Peduli

Terkait laporan kondisi kegawatdaruratan saat Ramadhan, dia mengatakan tidak ada peningkatan yang signifikan. Bahkan, di fasilitas kesehatan, seperti puskesmas dan RSUD secara umum terjadi penurunan.

"Mungkin masyarakat memang lebih menahan diri saat puasa, atau sebelum puasa mereka sudah mempersiapkan kondisi kesehatannya, obatnya dilebihkan agar selama bulan puasa, bulan Ramadhan, mereka lebih siap," tutur Sulung.

Kendati demikian, sambung dia, jajarannya tetap bersiaga, khususnya pada waktu berbuka puasa lantaran pada momen tersebut, kondisi lalu lintas cenderung padat.

"Biasanya, di pagi-pagi itu sahur, enggak ada biasanya (laporan kegawatdaruratan). Tetapi kami tetap siaga. Di saat buka puasa, lalu lintas mungkin lebih padat di masa Ramadhan, kami juga banyak siaga di situ," ungkap Sulung.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News