LRT Jabodebek sosialisasikan gerakan anti pelecehan di Stasiun Dukuh Atas
LRT Jabodebek menggelar sosialisasi anti pelecehan di Stasiun Dukuh Atas, Jakarta Timur, sebagai bagian dari komitmen menghadirkan transportasi publik yang aman dan nyaman bagi seluruh pengguna.
Sumber foto: Heru Lianto/elshinta.com.
LRT Jabodebek menggelar sosialisasi anti pelecehan di Stasiun Dukuh Atas, Jakarta Timur, sebagai bagian dari komitmen menghadirkan transportasi publik yang aman dan nyaman bagi seluruh pengguna.
Kegiatan tersebut melibatkan petugas LRT Jabodebek bersama komunitas Railfans yang menyampaikan materi kampanye secara langsung kepada para pengguna di area stasiun.
Dalam kegiatan itu, pengguna juga diajak membubuhkan tanda tangan pada papan komitmen sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan anti pelecehan di transportasi publik.
Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, mengatakan upaya pencegahan harus dilakukan secara konsisten dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat.
“Transportasi publik adalah ruang bersama. Kami ingin memastikan setiap pengguna merasa aman dan nyaman. Sosialisasi ini menjadi langkah preventif agar tidak ada toleransi terhadap pelecehan dalam bentuk apa pun,” ujar Radhitya di Jakarta, Jumat (13/2).
Ia menambahkan, LRT Jabodebek mengajak masyarakat untuk berani melapor apabila mengalami atau menyaksikan tindakan kekerasan maupun pelecehan seksual, baik di stasiun maupun di dalam kereta.
Sebagai bentuk perlindungan, LRT Jabodebek menyediakan kereta khusus wanita yang berada di bagian belakang rangkaian.
Fasilitas ini ditujukan untuk memberikan pilihan ruang yang lebih nyaman, terutama saat jam sibuk.
Selain itu, perusahaan juga menegaskan akan menindak tegas pelaku pelecehan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual.
Dari sisi layanan, pelaku akan dimasukkan dalam daftar hitam (blacklist) dan dilakukan pemblokiran Nomor Induk Kependudukan (NIK) agar tidak dapat kembali menggunakan layanan kereta api.
“Kami memastikan penegakan aturan berjalan konsisten sebagai bentuk perlindungan bagi seluruh pengguna,” kata Radhitya seperti dilaporkan Reporter Elshinta, Heru Lianto.
LRT Jabodebek juga mengimbau pengguna untuk segera melapor kepada petugas di kereta atau stasiun apabila terjadi insiden.
Laporan dapat disampaikan langsung maupun melalui Contact Center KAI 121 dan media sosial resmi KAI serta LRT Jabodebek.
Melalui penguatan pengawasan, sistem CCTV, kehadiran petugas, serta saluran pelaporan yang responsif, LRT Jabodebek berharap ruang transportasi publik tetap terjaga sebagai ruang yang aman, inklusif, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.


