Pramono kecam pemalakan sopir bajaj Tanah Abang, minta Satpol PP tindak tegas

Update: 2026-04-12 23:20 GMT
Indomie

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengecam aksi premanisme berupa pemalakan terhadap sopir bajaj di kawasan Tanah Abang yang videonya viral di media sosial.

Pramono mengatakan telah menginstruksikan jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk segera mengambil tindakan tegas setelah melihat video tersebut.

“Saya sudah melihat videonya dan sudah meminta Satpol PP serta kepala dinas untuk mengambil tindakan tegas terhadap hal itu,” kata Pramono usai menghadiri acara halal bihalal paguyuban Jawa Tengah di Kantor Wilayah Kota Administrasi Jakarta Timur, Minggu (12/4/2026).

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan tidak mentolerir segala bentuk premanisme di ruang publik karena dinilai mengganggu keamanan dan meresahkan masyarakat.

Pramono meminta petugas melakukan penindakan tegas guna memberikan efek jera, sekaligus meningkatkan patroli untuk mencegah kejadian serupa terulang.

“Tidak ada kompromi lagi. Premanisme di Jakarta, saya sebagai gubernur tidak ragu-ragu untuk mengambil tindakan tegas,” ujarnya.

Dalam upaya penindakan dan pencegahan, Pemprov DKI Jakarta juga berkoordinasi dengan kepolisian, termasuk jajaran Polsek Tanah Abang.

Terpisah, Kapolsek Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi pelaku pemalakan tersebut.

“Anggota masih melakukan penyelidikan untuk menemukan pelaku. Kami juga berkoordinasi dengan kecamatan, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan untuk melakukan patroli,” kata Dhimas saat dikonfirmasi Elshinta via WhatsApp, Minggu siang.

Sebelumnya, video viral memperlihatkan aksi pemalakan terhadap sopir bajaj di kawasan Tanah Abang.

Dalam video tersebut, korban mengaku dimintai uang hingga Rp100 ribu per hari dan diancam kendaraannya akan dirusak jika tidak memberikan uang.

Heru Lianto/Ter

Elshinta Peduli

Similar News