Indonesia wujudkan swasembada pangan lebih cepat dari target

Update: 2026-01-08 02:26 GMT

Presiden Prabowo Subianto dan Mentan Andi Amran Sulaiman dalam acara panen raya dan swasembada pangan, di Karawang, Rabu (7/1/2026)

Elshinta Peduli

Indonesia mencapai swasembada pangan pada 2025, lebih cepat dari target yang ditetapkan pemerintah. Target yang semula direncanakan tercapai dalam empat tahun tersebut berhasil diwujudkan hanya dalam waktu satu tahun, seiring penguatan produksi dan cadangan pangan nasional.

Capaian tersebut ditandai melalui Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan Nasional 2025 yang digelar di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026). Kegiatan ini menjadi penanda keberhasilan kebijakan pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa swasembada pangan merupakan dasar kedaulatan suatu negara. Presiden menyatakan pemenuhan kebutuhan pangan dari dalam negeri menjadi syarat penting bagi kemandirian bangsa.

“Tidak ada bangsa yang merdeka kalau makan tidak bisa tersedia untuk rakyat. Tidak mungkin bangsa itu merdeka kalau makan, pangan, tergantung bangsa lain,” tegas Presiden.

Berdasarkan data Pemerintah, produksi beras nasional pada 2025 mencapai 34,71 juta ton, meningkat 4,09 juta ton atau 13,36 persen dibandingkan 2024. Kenaikan produksi tersebut menghasilkan surplus beras sebesar 3,52 juta ton, sehingga Indonesia tidak melakukan impor beras konsumsi sepanjang 2025.

Stok beras Perum Bulog pada akhir 2025 tercatat sebesar 3,24 juta ton dan sempat mencapai 4,2 juta ton, menjadi yang tertinggi dalam sejarah pengelolaan cadangan beras nasional. Kondisi ini memperkuat cadangan pangan pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga.

Elshinta Peduli

Dari sisi kesejahteraan, Nilai Tukar Petani (NTP) pada 2025 mencapai 125,35, tertinggi dalam 25 tahun terakhir. Sementara itu, nilai ekspor sektor pertanian pada periode Januari–Oktober 2025 mencapai Rp629,7 triliun atau meningkat 33,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pemerintah menyatakan swasembada pangan 2025 menjadi dasar untuk menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional. Ke depan, pemerintah akan melanjutkan upaya peningkatan produktivitas, memperluas swasembada ke komoditas strategis lainnya, serta memastikan manfaatnya dirasakan oleh petani dan masyarakat.

Penulis: Rizki Rian Saputra/Ter

Elshinta Peduli

Similar News