PJN III Sumsel perbaiki jalan keluar Jembatan Ampera, pengendara hati-hati
Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Selatan melalui Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional (PJN) III bergerak cepat merespons keluhan masyarakat terkait kondisi jalan berlubang di akses keluar Jembatan Ampera sebelah kiri menuju Jakabaring yang sempat dikeluhkan di media sosial karena dinilai membahayakan pengendara.
Sumber foto: Adi Asmara/elshinta.com
Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Selatan melalui Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional (PJN) III bergerak cepat merespons keluhan masyarakat terkait kondisi jalan berlubang di akses keluar Jembatan Ampera sebelah kiri menuju Jakabaring yang sempat dikeluhkan di media sosial karena dinilai membahayakan pengendara.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.1 PJN III Sumsel, Marisa Fransisca Sitompul, jumat (6/3/2026) menjelaskan bahwa kerusakan tersebut terjadi di lokasi yang saat ini memang sedang dalam proses pemeliharaan jalan nasional.
Menurutnya, pekerjaan perbaikan dilakukan di beberapa titik, termasuk di jalur keluar Jembatan Ampera dari arah Jalan Jenderal Sudirman menuju Jakabaring. Penanganan lainnya juga dilakukan di jalan RE Martadina, Ki Merogan, Wahid Hasyim, Riyacudu, dan Jalan Gubernur Bastari.
“Memang saat ini sedang ada kegiatan pemeliharaan jalan di sejumlah titik, salah satunya di pintu keluar Jembatan Ampera sebelah kiri menuju Jakabaring,” ujar Marisa seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Adi Asmara, Jumat (6/3).
Ia mengatakan, proses pengerjaan memiliki keterbatasan waktu karena hanya dapat dilakukan pada malam hari untuk menghindari kemacetan di kawasan yang merupakan salah satu jalur utama Kota Palembang tersebut.
Pihaknya hanya bisa bekerja mulai pukul 22.00 hingga sekitar pukul 04.00 dini hari. Di luar jam tersebut, lalu lintas kendaraan sangat padat sehingga pekerjaan tidak memungkinkan dilakukan.
“Kalau dikerjakan lebih awal, misalnya pukul 05.00 atau 06.00 pagi, lalu lintas sudah sangat macet. Karena itu kami memaksimalkan waktu kerja yang terbatas pada malam hari,” jelasnya.
Marisa mengungkapkan, lubang yang sempat terlihat di jalan terjadi karena proses pembukaan lapisan jalan untuk perbaikan. Saat itu, waktu pengerjaan sudah habis sehingga lubang belum sempat ditutup kembali pada malam yang sama.
Namun, pihaknya memastikan lubang tersebut sudah ditutup kembali pada malam berikutnya sesuai dengan standar pekerjaan jalan.
“Lubang yang kemarin sempat terlihat itu sudah ditutup tadi malam dengan peralatan dan material sesuai standar,” katanya.
Untuk mengantisipasi risiko kecelakaan selama proses pemeliharaan berlangsung, PJN III melalui PPK 3.1 juga telah memasang sejumlah rambu-rambu peringatan di beberapa titik sebelum dan sesudah area pekerjaan.
Rambu tersebut dipasang mulai dari jalur sebelum turun dari Jembatan Ampera hingga menuju jalur keluar ke arah Jakabaring agar pengendara dapat mengurangi kecepatan dan lebih waspada.
“Rambu peringatan sudah kami pasang di beberapa titik, baik sebelum maupun setelah area pekerjaan. Kami juga mengimbau pengguna jalan untuk berhati-hati serta memperhatikan rambu-rambu yang telah kami pasang ,” ujarnya.
Ia menambahkan, pekerjaan tidak dapat menutup seluruh badan jalan sekaligus karena keterbatasan anggaran dan kondisi lalu lintas. Oleh karena itu, perbaikan dilakukan secara bertahap pada beberapa titik di jalur tersebut.


