Jelang Lebaran 2026, PJN II Sumsel: Jalan Lahat-Pagar Alam aman dilalui
Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) II Sumatera Selatan tancap gas mematangkan kesiapan jalan nasional sepanjang 555,38 KM menjelang angkutan Lebaran 2026. Fokus utama saat ini adalah menutup sisa lubang akibat cuaca ekstrem dan memastikan jalur Lintas Tengah fungsional bagi pemudik.
Sumber foto: Adi Asmara/elshinta.com.
Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) II Sumatera Selatan tancap gas mematangkan kesiapan jalan nasional sepanjang 555,38 KM menjelang angkutan Lebaran 2026. Fokus utama saat ini adalah menutup sisa lubang akibat cuaca ekstrem dan memastikan jalur Lintas Tengah fungsional bagi pemudik.
Kepala Satker PJN II Sumatera Selatan, Mardalena, mengungkapkan bahwa tantangan terbesar tahun ini adalah kondisi aspal yang mayoritas sudah mengalami penuaan atau aging. Rata-rata aspal di wilayahnya telah berumur di atas lima tahun, sehingga sangat rentan berlubang saat dihantam hujan lebat.
"Kalau aspalnya aging ini, kalau retak tidak segera diperbaiki, lubang yang tadinya kecil bisa cepat sekali membesar. Kami menyebutnya lubang 'dinosaurus'. Karena itu, kami menyisir lubang lebih kencang dengan menambah tim dari penyedia jasa agar penanganan lebih cepat," ujar Mardalena, selasa, (10/3/2026).
Hingga saat ini, progres penutupan lubang jalan di wilayah PJN II diklaim telah mencapai 95 hingga 97 persen. Ruas yang sempat viral karena kerusakan parah, seperti jalur Muara Enim–Sugiwaras di Pulau Panggung dan depan Indomaret Tanjung Agung, dipastikan sudah tertangani secara fungsional dengan pengaspalan agregat.
Untuk menjamin kenyamanan, lima posko utama disiagakan di sepanjang jalur dengan fasilitas ruang istirahat, toilet, dan musala. Selain itu, alat berat dan personel disiagakan penuh selama 21 hari, mulai dari H-10 hingga H+10 Lebaran untuk mengantisipasi kejadian darurat.
Terkait titik rawan, Mardalena mengingatkan pemudik untuk mewaspadai kemacetan di area pasar tumpah dan pusat perbelanjaan, terutama di Kota Lahat dan jalur wisata arah Pagar Alam. Ia juga memberikan catatan khusus terkait keamanan jembatan, berkaca pada insiden Jembatan Lawai tahun lalu.
"Secara struktur, jembatan seperti Jembatan Kebur itu mumpuni. Namun, kami minta pengguna jalan kalau terjebak macet jangan mengantre di atas jembatan. Itu menjadi beban mati yang berat bagi jembatan. Lebih baik berhenti jauh sebelum atau sesudah jembatan," tegasnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Adi Asmara, Selasa (10/3).
Sementara itu, PJN II Sumsel juga memperkuat pemasangan rambu di titik-titik rawan longsor, jurang, dan tikungan tajam di daerah Empat Lawang guna menekan risiko kecelakaan. Pemudik diimbau untuk memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima dan memanfaatkan aplikasi navigasi untuk mencari jalur alternatif saat terjadi kepadatan.


