Kodam I/BB rampungkan jembatan bailey di Langkat penghubung antardesa
Satu unit truk melintas jembatan bailey di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. ANTARA/HO-Pendam I/Bukit Barisan.
Satgas Penanggulangan Bencana Alam Kodam I/Bukit Barisan merampungkan pembangunan jembatan bailey di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, guna menghubungkan antardesa di wilayah tersebut.
"Pembangunan jembatan bailey yang telah selesai itu menghubungkan Desa Besilam Bukit Lembasa, Kecamatan Wampu dengan Desa Banjaran Raya, Kecamatan Padang Tualang Langkat," ujar Kapendam I/Bukit Barisan Kolonel Inf Asrul Kurniawan Harahap di Medan, Jumat (23/1).
Asrul mengatakan pembangunan jembatan tersebut merupakan bentuk komitmen TNI dalam membantu masyarakat, khususnya dalam mempercepat pemulihan akses transportasi dan aktivitas warga pasca-bencana alam di daerah itu.
Lebih lanjut, ia mengatakan, pembangunan jembatan tersebut dilaksanakan secara intensif setiap hari yang juga melibatkan personel dari Yonzipur 1/DD, Yonzikon 14/SWS, Yonzipur 11/DW, serta didukung Babinsa Koramil 07/Stabat Kodim 0203/Langkat.
"Melalui Satgas Gulbencal, kami terus hadir memberikan dukungan nyata guna memastikan konektivitas antarwilayah kembali berjalan normal dan roda perekonomian masyarakat dapat pulih secara bertahap," tutur dia.
Kapendam mengatakan dalam mendukung kelancaran pekerjaan pembuatan jembatan bailey tersebut, Satgas Gulbencal Kodam I/BB mengerahkan berbagai material dan kendaraan di antaranya dump truck, kendaraan dinas, crane, yap crane, long kargo, serta material Jembatan Bailey tipe 2-1.
"Jembatan yang dibangun memiliki panjang 30 meter dan lebar 3,65 meter, dilengkapi papan lantai, balok pengapit, plat lantai, serta dilakukan pengecatan rangka jembatan dengan warna merah putih," ucapnya.
Pada tahap akhir, kegiatan difokuskan pada pemasangan balok pengapit dan plat papan lantai, dilanjutkan dengan pengecatan panel kanan dan kiri jembatan serta pengelasan lantai plat.
"Hingga Kamis (22/1), pembangunan Jembatan bailey dinyatakan selesai 100 persen dan siap digunakan untuk mendukung kelancaran mobilitas serta aktivitas masyarakat di wilayah perbatasan kedua desa," katanya.


