SPPG di Padang sajikan rendang istimewa, santan kelapa petikan beruk terlatih

Update: 2026-01-23 08:50 GMT

Rendang menu MBG yang disajikan SPPG, Tanah Sirah Piai Nan XX, Kota Padang, Sumatera Barat

Elshinta Peduli

Bukan rendang biasa. Itulah menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disajikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tanah Sirah Piai Nan XX, Kota Padang, Sumatera Barat, untuk anak-anak sekolah setempat.

Mereka menyiapkan rendang daging istimewa yang santan dan minyaknya berasal dari kelapa hasil petik beruk atau monyet terlatih. Proses mengolah bahan baku hingga jadi rendang daging ini diunggah lewat akun Instagram resmi mereka @sppgtanahsirahpiainanxx dengan judul “Story Marandang”, Kamis (22/1/2026)

Di awal video, tampak monyet-monyet berlari memanjat pohon kelapa. Lalu, dengan tekanan kaki dan tangan yang sangat kuat, mereka menjatuhkan buah-buah kelapa. Selanjutnya, kelapa-kelapa tersebut diolah hingga menghasilkan santan.

Santan yang diproduksi itu kemudian dibawa ke dapur SPPG Tanah Sirah Piai Nan XX untuk diolah menjadi bahan dasar bumbu rendang. Di dapur SPPG itu tampak para pekerja dengan kompak berbagi tugas. Ada yang menghaluskan bawang serta mengaduk santan hingga matang.

Setelah itu, menu masakan pun dibagikan per porsi ke dalam ompreng atau wadah makanan. Pada video terlihat menu MBG hari itu adalah nasi putih, rendang daging, tahu goreng, dan buah jeruk.

Paket menu MBG itu kemudian didistribusikan ke sekolah-sekolah setempat. Anak-anak tampak gembira dan lahap menyantap rendang daging itu.

Dalam keterangan tertulis dijelaskan bahwa pendiri Indonesia Food Security Review, I Dewa Made Agung, turut mengomentari menu MBG unik dan istimewa sajian SPPG Tanah Sirah Piai Nan XX. Ia menjelaskan beruk yang memetik kelapa itu dilatih khusus untuk memanjat dan memilih kelapa terbaik. Ia pun menilai rasa rendang dari kelapa petikan beruk-beruk khusus ini berbeda dari yang lain.

Elshinta Peduli

“Beruk ini punya sekolah, punya kepala sekolah sendiri, dan dilatik khusus untuk memanjat dan memilih kelapa terbaik. Walaupun banyak orang bisa masak rendang, tapi rasanya tak akan sama,” kata Agung.

“Karena salah satu kunci rasa bumbu rendang ada di minyak kelapanya. Dari alam, ke dapur sppg, ke piring anak-anak Indonesia,” tambahnya.

Agung berpendapat sajian MBG dari SPPG Tanah Sirah Piai Nan XX itu penuh makna. Menu tersebut mengandung cerita mutualisme beruk dan manusia dalam menciptakan rasa dan budaya. (Ter)

Elshinta Peduli

Similar News