Perbaikan jalan TAA dikebut, 10 segmen rusak parah jadi prioritas
Pelaksana Jalan Nasional (PJN) III Sumatera Selatan mulai mempercepat perbaikan ruas jalan menuju Tanjung Api-Api. Sebanyak 10 segmen jalan dengan kerusakan berat menjadi prioritas penanganan guna mengurangi keluhan masyarakat dan kemacetan yang kerap terjadi di jalur vital tersebut.
Sumber foto: Adi Asmara/elshinta.com.
Pelaksana Jalan Nasional (PJN) III Sumatera Selatan mulai mempercepat perbaikan ruas jalan menuju Tanjung Api-Api. Sebanyak 10 segmen jalan dengan kerusakan berat menjadi prioritas penanganan guna mengurangi keluhan masyarakat dan kemacetan yang kerap terjadi di jalur vital tersebut.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.3 PJN III Sumatera Selatan, Camelia Nazir, rabu (8/4/2026} mengungkapkan untuk kontrak ini ada output yakni pelebaran simpang Bandara 200 meter dan rekonstruksi di ruas jalan Tanjung Api-Api (TAA) dengan total panjang jalan yang akan direkonstruksi 1 kilo meter, dengan masing-masing segmen memiliki panjang bervariasi sesuai tingkat kerusakan di lapangan.
“Ada 10 segmen yang kami prioritaskan, terutama yang lubangnya cukup parah. Panjangnya bervariasi, mulai dari sekitar 90 meter hingga 198 meter per segmen,” ujar Camelia.
Lebih lanjut Camelia menjelaskan, kondisi tanah di kawasan tersebut tergolong lunak sehingga membutuhkan metode penanganan khusus. Perbaikan tidak bisa dilakukan secara tambal sulam biasa, melainkan harus melalui pembongkaran struktur lama hingga kedalaman tertentu.
“Karena tanahnya lunak, rigid lama harus dibongkar sampai kedalaman 80 sentimeter hingga 1 meter. Setelah itu baru kita susun kembali secara berlapis, mulai dari agregat hingga pengecoran beton,” jelasnya.
Metode ini dipilih agar jalan yang diperbaiki lebih tahan lama. Ia menegaskan, perbaikan ringan seperti overlay tipis tidak efektif untuk kondisi kerusakan berat di lokasi tersebut.
Dalam pelaksanaannya, proyek dilakukan dengan sistem setengah badan jalan untuk menjaga arus lalu lintas tetap berjalan. Pihaknya juga menyiapkan jalur alternatif (detour) agar kendaraan tetap bisa melintas dua arah.
“Kami buka detour dan lebarkan bahu jalan supaya kendaraan tetap bisa berpapasan. Ini untuk mengurangi potensi kemacetan,” katanya.
Selain itu, pekerjaan kini difokuskan di luar jam sibuk. Setelah evaluasi, pengerjaan dilakukan pada jam 09.00 malam karena pada pagi hari volume kendaraan cukup tinggi.
“Awalnya kami coba kerja pagi, tapi ternyata itu jam puncak. Jadi sekarang lebih efektif dikerjakan pada jam 09.00 malam,” tambahnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Adi Asmara, Rabu (8/4).
Untuk mendukung kelancaran lalu lintas, PJN III Sumsel juga menggandeng pihak kepolisian dan dinas perhubungan. Petugas pengatur lalu lintas ditambah guna mengantisipasi pengendara yang kurang tertib.
“Kami menambah flagman dan juga berkoordinasi dengan kepolisian serta dinas perhubungan. Kehadiran polisi di lapangan cukup membantu karena pengendara biasanya lebih patuh,” ungkap Camelia.
Rambu-rambu dan penerangan tambahan juga disiapkan, terutama untuk pekerjaan malam hari, dengan penggunaan lampu sorot di titik-titik proyek.
Sementara itu, Proyek ini ditargetkan selesai paling cepat akhir Juli hingga Agustus mendatang. Percepatan dilakukan menyusul banyaknya keluhan masyarakat terkait kondisi jalan yang rusak dan kemacetan panjang.
“Kami upayakan secepat mungkin, karena banyak pengaduan dari masyarakat. Kalau bisa selesai lebih cepat tentu lebih baik,” tegasnya.
Perbaikan ruas Tanjung Api-Api ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan, sekaligus mendukung kelancaran distribusi logistik menuju kawasan pelabuhan.


