Dinas Pendidikan Mataram tidak berlakukan pembelajaran secara daring

Update: 2026-03-25 11:20 GMT

Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram Yusuf. ANTARA/Nirkomala

Indomie

Dinas Pendidikan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat mengeluarkan kebijakan tidak memberlakukan sistem belajar atau sekolah dalam jaringan (daring) untuk menghindari penurunan capaian belajar.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram Yusuf di Mataram, Rabu (25/3), mengatakan meskipun pemerintah mengeluarkan kebijakan sekolah daring untuk menghemat energi atau bahan bakar minyak (BBM), sekolah di Mataram tetap akan melaksanakan belajar secara tatap muka (luring).

"Pada hari pertama masuk sekolah setelah libur Lebaran, Senin (30/3) semua siswa tetap masuk sekolah dan melakukan proses belajar mengajar seperti biasa secara langsung," katanya.

Apalagi, katanya, Kota Mataram sebagai kota kecil sehingga jarak tempuh anak-anak ke sekolah tidak terlalu jauh, bahkan banyak siswa yang dapat menjangkau sekolah hanya dengan berjalan kaki, tanpa mengeluarkan ongkos BBM.

Ia menjelaskan kondisi itulah menjadi salah satu pertimbangan Dinas Pendidikan Kota Mataram tidak menerapkan kebijakan sekolah daring seperti diinstruksikan pemerintah pusat.

Selain itu, ​langkah untuk tetap masuk sekolah secara normal diambil guna mencegah terjadinya kembali fenomena penurunan capaian belajar seperti pernah dialami saat masa pandemi COVID-19.

"Jangan sampai terjadi lagi seperti saat COVID-19, di mana anak-anak termasuk yang sekarang kelas 6 menjadi korban karena proses belajar yang tidak maksimal," katanya.

Elshinta Peduli

Yusuf mengatakan meski pemerintah pusat menginstruksikan percepatan transformasi sistem pemerintahan berbasis elektronik dan efisiensi birokrasi, aturan tersebut tidak berlaku bagi dua instansi vital di daerah, yaitu ​Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan.

Pertimbangan untuk Dinas Pendidikan tetap melaksanakan pembelajaran tatap muka untuk menjaga kualitas pendidikan, sedangkan Dinas Kesehatan agar tetap memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat.

"Jadi kami berkomitmen tetap melaksanakan sekolah luring, guna menghindari dampak loss learning (penurunan capaian belajar)," katanya.

Oleh karena itu, ia memastikan agenda hari pertama masuk sekolah pada pekan depan, setelah kegiatan halalbihalal di sekolah, semua direncanakan mulai beraktivitas melaksanakan proses belajar mengajar kembali secara normal.

"Karena dalam suasana pasca-Lebaran, beberapa sekolah akan mengisi hari pertama dengan kegiatan halal bihalal, selanjutnya memulai jadwal pelajaran rutin," katanya.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News