Gus Ipul: Sekolah Rakyat butuh kerja bersama orang tua dan anak

Update: 2026-01-11 14:30 GMT

Mensos Gus Ipul dan Wamensos Agus Jabo, di Banjarmasin, Minggu (11/1/2026)

Elshinta Peduli

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan Sekolah Rakyat membutuhkan kerja bersama antara siswa, orang tua, dan pendamping agar proses pembelajaran berjalan optimal dan berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan Gus Ipul usai berdialog dengan kepala sekolah, tenaga pendidik, orang tua dan siswa sekolah rakyat di ruang serbaguna Balai Besar Pendidikan Pelatihan Kesejahteraan Sosial, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Minggu (11/1/2026).

“Sekolah Rakyat ini membutuhkan kerja bersama. Tidak hanya anaknya, tapi orang tuanya juga harus terlibat supaya menjadi keluarga yang lebih berdaya,” kata Gus Ipul.

Menurut Gus Ipul, salah satu ciri khas Sekolah Rakyat adalah keterlibatan aktif orang tua dalam proses pemberdayaan keluarga, tidak hanya menyerahkan pendidikan sepenuhnya kepada sekolah.

Ia menyebut, hasil evaluasi selama tiga bulan menunjukkan perkembangan positif pada anak-anak, baik dari sisi kesehatan, kepercayaan diri, maupun ketahanan mengikuti proses belajar.

“Secara umum perkembangannya bagus. Anak-anak terlihat lebih bugar, lebih sehat, dan lebih percaya diri dibandingkan saat pertama masuk,” ujarnya.

Dalam dialog dengan siswa, Gus Ipul menemukan perubahan signifikan pada seorang anak bernama Fatih Al Banjari, yang sebelumnya empat kali putus sekolah namun mampu bertahan dan berkembang di Sekolah Rakyat.

“Ini contoh nyata. Anak yang empat kali putus sekolah justru bisa bertahan di Sekolah Rakyat. Ini menunjukkan pendekatan kita tepat,” kata Gus Ipul.

Elshinta Peduli

Selain itu, Gus Ipul memastikan kegiatan belajar di Sekolah Rakyat wilayah Aceh dan Sumatera yang sempat terdampak bencana kini telah kembali normal.

“Sekarang sudah normal kembali. Semua anak sudah masuk dan proses belajar berjalan, karena sarana prasarana aman,” ujarnya.

Gus Ipul berharap Sekolah Rakyat terus menjadi ruang inklusif bagi anak-anak dari keluarga rentan agar mendapatkan akses pendidikan, gizi, dan pendampingan yang layak.

Penulis: Hutomo Budi/Ter

Elshinta Peduli

Similar News