Pastikan MBG sesuai standar, Wabup Dwi Fajar monitoring sejumlah sekolah

Wakil Bupati Boyolali Dwi Fajar Nirwana yang juga Ketua Satgas SPPG Kabupaten Boyolali turun ke lapangan untuk melihat langsung menu MBG yang diberikan saat bulan Ramadan di sejumlah sekolah, Rabu (25/2/2026).

Update: 2026-02-26 10:20 GMT

Sumber foto: Sarwoto/elshinta.com.

Indomie

Wakil Bupati Boyolali Dwi Fajar Nirwana yang juga Ketua Satgas SPPG Kabupaten Boyolali turun ke lapangan untuk melihat langsung menu MBG yang diberikan saat bulan Ramadan di sejumlah sekolah, Rabu (25/2/2026).

Dalam monitoring ini, Wabup Fajar didampingi oleh pihak dinas kesehatan, dinas pendidikan dan kebudayaan setempat serta pejabat penting lainnya dan pihak ahli gizi.

Dwi Fajar mengatakan, kegiatan monitoring ini tujuannya untuk memastikan apakah menu MBG yang diberikan sudah sesuai dengan nilai gizi, gramasi, budget serta aman dikonsumsi saat buka puasa.

Pihaknya mengatakan, ditemukan menu yang masih kurang memenuhi standar, sehingga Dwi Fajar memberikan masukan kepada SPPG terkait, agar kedepannya memperbaiki menu yang dibagikan kepada para siswa.

Pihaknya mengimbau kepada anak-anak ataupun wali murid untuk selalu berkomunikasi kepada sekolah jika terjadi hal yang tidak diinginkan, agar nantinya pihak sekolah akan menegur Kepala SPPG setempat untuk dilakukan perbaikan. Jika nanti tidak ada evaluasi dari pihak SPPG, maka pihak sekolah bisa melaporkan kepada Satgas MBG.

“Mari sama-sama kita sukseskan program MBG ini, biar niat baik dari pemerintah bisa terwujud, anak-anak Indonesia tumbuh dengan sehat untuk menuju generasi emas 2045.” kata Wabup Fajar seperti dilaporkan Kontributor Elshinta Sarwoto, Kamis (26/2).

Sementara itu Kepala Dinkes Kabupaten Boyolali ,Kris Tandiyoko mengatakan, bagaimana menu MBG ini bisa menjadikan anak-anak sebagai generasi emas 2045. Sehingga diperlukan menu MBG yang sesuai standar dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

Ia pun menjelaskan, jangan sampai anak-anak mendapatkan makanan yang bisa menyebabkan penyakit kedepannya. Jika terlalu banyak mengandung tepung dan gula akan menjadi diabetes, sedangkan makanan yang terlalu asin akan menyebabkan hipertensi.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News