Jadi guru besar, Prof. Jaka Sulaksana ambil ranting kepakaran langka di wilayah Jabar Banten
Kabupaten Majalengka Jawa Barat resmi memiliki tiga profesor yang berasal dari kampus yang sama yaitu Universitas Majalengka (Unma).
Sumber foto: Enok Carsinah/elshinta.com.
Kabupaten Majalengka Jawa Barat resmi memiliki tiga profesor yang berasal dari kampus yang sama yaitu Universitas Majalengka (Unma).
Terbaru dan masih hangat dikukuhkan adalah Prof. Jaka Sulaksana, SP, M.Si, Ph,D, dikukuhkan pada hari Rabu (14/01/2026) di Auditorium Universitas Majalengka. Prof Jaka adalah guru besar ketiga setelah sebelumnya terdapat Prof. Dr. Sri Ayu Andayani dan Prof. Dr. Indra Adi Budiman.
Prof. Jaka dikukuhkan sebagai guru besar dengan mengambil ranting kepakaran/keilmuan Pembangunan Pertanian, salah satu ranting kepakaran yang menurut LLDIKTI wilayah 4, terbilang langka di wilayah Jabar dan Banten.
Dalam orasi ilmiahnya. Prof. Jaka menyoroti kondisi lahan pertanian di Kabupaten Majalengka yang memiliki potensi besar namun perlu dijaga keberlanjutannya. Ia menekankan pentingnya perlindungan lahan pertanian produktif dari alih fungsi lahan yang tidak terkendali
"Majalengka memiliki kekuatan pada sektor pertanian. Tantangannya adalah bagaimana menjaga lahan pertanian tetap produktif sekaligus mendorong inovasi dan pemanfaatan teknologi agar pertanian mampu berkontribusi pada ketahanan pangan dan pencapaian SDGs,” paparnya.
Ia menegaskan, sinergi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci dalam mengembangkan pertanian berkelanjutan berbasis potensi lokal.
Menyinggung pencapaiannya hingga pada titik tertinggi menjadi seorang guru besar, ia mengaku menjadi guru besar bukanlah hal yang harus dibanggakan sebaliknya harus menjadi puncak pengabdian.
"Capaian guru besar sekali lagi bukan hal yang harus dibangga-banggakan tetapi capaian ini menjadi titik puncak pengabdian dan tentunya Unma mengharapkan pengabdian-pengabdian dari saya, mudah-mudahan Unma lebih berkualitas dengan adanya saya jadi guru besar," tandasnya.
Prof. Jaka juga berharap terhadap sejumlah dosen muda yang telah Lektor kepala segera menyusulnya. Karena menurutnya ia hanya menempuh 2 tahun setengah untuk meraih profesor.
"Saya mencapai guru besar dari jenjang Lektor kepala membutuhkan waktu 2 tahun setengah, jadi saya pikir dosen dosen doktor, Lektor kepala yang masih muda-muda mestinya bisa seperti saya dalam 2 tahun setengah," pungkasnya
Bupati Majalengka Eman Suherman mengaku bangga atas dikukuhkannya Prof. Jaka Sulaksana sebagai guru besar. Menurutnya, pengukuhan ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi UNMA, tetapi juga bagi masyarakat Kabupaten Majalengka.
“Guru besar memiliki peran strategis dalam mencetak sumber daya manusia unggul dan berdaya saing. Kami berharap keilmuan yang dimiliki dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah, khususnya di sektor pertanian dan ketahanan pangan,” ujar Bupati seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Enok Carsinah, Kamis (15/1).
Bupati juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam menghadapi tantangan pembangunan, termasuk menjaga keberlanjutan lahan pertanian di Majalengka.
Sementara berdasarkan data dari LLDIKTI, dari 299 Profesor yang ada di wilayah IV Jabar Banten. 14 Profesor diantaranya berasal dari wilayah Cirebon, Indramayu. Majalengka dan Kuningan. Dan Majalengka sendiri telah memiliki 3 Profesor yang semua berasal dari Universitas Majalengka.


