Kolaborasi Barantin - Universitas Udayana perkuat sinergi IPTEK karantina

Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin), Sahat M Panggabean dan Rektor Universitas Udayana (Unud) I Ketut Sudarsana telah menandatangani Nota Kesepahaman (NK) atau Memorandum of Understanding (MoU) Sinergi dalam Pengembangan Bidang Karantina dan Tridarma Perguruan Tinggi.

Update: 2026-01-22 08:20 GMT

Sumber foto: Eko Sulestyono/elshinta.com.

Elshinta Peduli

Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin), Sahat M Panggabean dan Rektor Universitas Udayana (Unud) I Ketut Sudarsana telah menandatangani Nota Kesepahaman (NK) atau Memorandum of Understanding (MoU) Sinergi dalam Pengembangan Bidang Karantina dan Tridarma Perguruan Tinggi.

“Kolaborasi dan kerjasama yang erat dengan akademisi untuk peran karantina yang semakin luas dan kompleks sangat dibutuhkan agar layanan perkarantinaan dapat semakin berkualitas dan relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan,” kata Sahat M Panggabean pada saat memberi sambutan di Gedung Pasca Sarjana, Kampus Sudirman, Universitas Udayana, Kota Denpasar, Bali, Kamis (22/1)

Menurutnya sebagai bagian dari transformasi kelembagaan, institusi yang saat ini dipimpinnya mengemban tugas strategis dalam menjaga biosekuriti, biosafeti dan biodiversiti Indonesia dalam satu sistem terpadu.

Barantin juga berperan strategis dalam sistem pertahanan negara non militer (biodefence) dalam menghadapi potensi ancaman biologis, termasuk bioterorisme dan pandemi penyakit menular, jelasnya lagi.

Ia menegaskan bahwa dalam mengemban amanah ini Barantin memerlukan dukungan semua pihak, termasuk civitas academica Universitas Udayana.

“Saat ini dalam menjalankan tugas perkarantinaan, saya didukung oleh para alumni perguruan tinggi yang memiliki komitmen tinggi dalam kualitas pendidikan, termasuk dari Universitas Udayana,” sambungnya.

Disamping itu, sejalan dengan perkembangan kekarantinaan dan peraturan perdagangan internasional, Barantin senantiasa dituntut untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dan memperkuat sinergi di bidang karantina, pendidikan, riset, dan teknologi. Untuk itu penandatangan NK antara Barantin dan Unud menjadi momen penting.

Elshinta Peduli

Pada saat yang bersamaan juga dilakukan penandatangan Perjanjian Kerja Sama (PKS) sebagai implementasi teknis yang dilakukan oleh Sekretaris Utama Barantin, Shahandra Hanityo dan 4 (empat) Dekan Fakultas masing-masing Fakultas Kedokteran Hewan, Fakultas Peternakan, Fakultas Kelautan dan Perikanan serta Fakultas Pertanian.

Sementara itu Rektor Universitas Udayana, I Ketut Sudarsana menyampaikan apresiasinya atas inisiasi yang dilakukan Barantin dalam memperkuat kolaborasi kedua institusi dalam pengembangan karantina yang lebih profesional dan berbasis keilmiahan.

“Hasil riset harus bermanfaat bagi masyarakat, untuk kami menyambut baik kerjasama dengan Barantin,” kata I Ketut Sudarsana seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Eko Sulestyono, Kamis (22/1). 

Sebagai informasi, NK ini mencakup berbagai aspek penting, antara lain pertukaran data dan informasi, koordinasi program, peningkatan kapasitas SDM, pemanfaatan sarana dan prasarana, serta pengembangan riset dan teknologi.

Sementara itu PKS lebih lanjut menekankan pengembangan kapasitas SDM dan ilmu pengetahuan, sehingga dapat langsung diimplementasikan dalam berbagai kegiatan bersama.

Pada saat yang sama, Kepala Barantin juga melakukan dialog dengan mahasiswa dalam kuliah umum yang bertajuk Bersama Karantina Menjaga Negeri". Dialog dihadiri oleh mahasiswa dari 4 (empat) fakultas.

Tidak ketinggalan guna menambah wawasan mahasiswa, dalam gelaran Barantin Inspiring Day ini juga diselenggarakan pameran komoditas pertanian dan perikanan asal Bali yang telah berhasil menembus pasar global.

Dalam laporannya, Kepala PPSDMKHIT, Wisnu Wasisa Putra menyebutkan saat ini ada 88 alumnus Unud yang bekerja di Barantin, 27 diantara mengabdi di Karantina Bali.

Turut hadir dalam acara Deputi Bidang Karantina Hewan, Deputi Bidang Karantina Ikan yang sekaligus plt. Deputi Bidang Karantina Tumbuhan, dan pejabat tinggi pratama lainnya serta Kepala Unit Pelaksana Teknis di wilayah regional Bali dan Nusa Tenggara.

Secara khusus, eksportir komoditas pertanian asal Bali, Agung Werdha yang juga alumnus Unud dihadirkan guna memberikan tambahan wawasan terkait layanan karantina dalam akselerasi ekspor komoditas unggulan Bali.

Hadir juga anggota Komisi Ahli Karantina Hewan yang merupakan pakar virologi dan bioteknologi yang juga guru besar di Unud, Prof. I Ketut Puja.

“Kerjasama dengan perguruan tinggi akan memberi kekuatan bagi kami dalam bernegosiasi dengan negara mitra yang berlandasan keilmiahan atau scientific,” pungkas Sahat. M Panggabean.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News