SDN 13 Palangka ditetapkan jadi kandidat sekolah rujukan Google
Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah menyebut Sekolah Dasar Negeri (SDN) 13 Palangka ditetapkan sebagai Kandidat Sekolah Rujukan Google sekaligus sekolah keempat di wilayah setempat yang meraih pengakuan prestisius dari Google for Education.
Dokumentasi. Foto bersama sejumlah guru di SDN 13 Palangka Raya. ANTARA/Disdik Palangka Raya.
Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah menyebut Sekolah Dasar Negeri (SDN) 13 Palangka ditetapkan sebagai Kandidat Sekolah Rujukan Google sekaligus sekolah keempat di wilayah setempat yang meraih pengakuan prestisius dari Google for Education.
"Penetapan tersebut merupakan bukti komitmen satuan pendidikan dalam mendorong transformasi digital pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi," kata Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng) Aprae Vico Ranan di Palangka Raya, Selasa.
Dia mengatakan, status Kandidat Sekolah Rujukan Google ini menunjukkan kesiapan SDN 13 Palangka dalam mengintegrasikan teknologi digital secara optimal ke dalam proses belajar mengajar, sekaligus sejalan dengan visi Pemerintah Kota Palangka Raya dalam peningkatan mutu pendidikan.
Dengan penetapan tersebut, SDN 13 Palangka menyusul tiga sekolah lain yang lebih dahulu menyandang status Sekolah Rujukan Google di Kota Palangka Raya, yakni SMP Negeri 6 Palangka Raya, SD Negeri 4 Menteng, dan SD Negeri 5 Menteng.
Sebagai Kandidat Sekolah Rujukan Google, SDN 13 Palangka dinilai telah melampaui standar pemanfaatan Google Workspace for Education serta penggunaan perangkat Chromebook dalam mendukung pembelajaran yang lebih interaktif, kolaboratif, dan berbasis proyek.
Dia menjelaskan, keberhasilan SDN 13 Palangka tidak terlepas dari kualitas sumber daya manusia yang dimiliki, khususnya tenaga pendidik yang telah mengantongi sertifikasi internasional Google Certified Educator (GCE).
“Guru-guru yang tersertifikasi GCE memiliki kompetensi dalam memanfaatkan berbagai platform digital seperti Google Classroom, Google Drive, Google Docs, hingga Google Meet. Hal ini memastikan teknologi benar-benar digunakan sebagai sarana pembelajaran yang produktif, bukan sekadar pelengkap,” kata Vico.
Menurut dia, status tersebut diharapkan menjadikan SDN 13 Palangka sebagai pusat studi tiru bagi sekolah lain, baik di Palangka Raya maupun di wilayah Kalimantan Tengah, dalam penerapan pembelajaran berbasis teknologi.
“Ke depan, kami berharap capaian ini dapat memotivasi sekolah-sekolah lain untuk ikut bergerak dalam penguatan literasi digital, sehingga pemerataan kualitas pendidikan berbasis teknologi dapat terwujud,” katanya.
Dengan pencapaian tersebut, SDN 13 Palangka siap berkontribusi dalam mencetak generasi peserta didik yang adaptif, kreatif, dan siap menghadapi tantangan pendidikan di era digital.


