SMAN 4 Aceh Tamiang kini bersih dan memulai semester baru pascabanjir .
Siswa SMA Negeri 4 Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang, telah kembali masuk sekolah dan memulai semester genap setelah upaya pemulihan dan pembersihan oleh berbagi unsur termasuk pemerintah, TNI, Polri, dan relawan
Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Siswa SMA Negeri 4 Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang, telah kembali masuk sekolah dan memulai semester genap setelah upaya pemulihan dan pembersihan oleh berbagi unsur termasuk pemerintah, TNI, Polri, dan relawan.
Dalam pernyataan diterima di Jakarta, Senin, guru SMAN 4 Aceh Tamiang Misriyati menyampaikan apresiasi kepada pemerintah, TNI, Polri, dan seluruh pihak, yang terlibat dalam proses pemulihan sekolah.
"Semoga SMAN 4 tetap bangkit, warga Aceh Tamiang juga bangkit. Tetap semangat," ujar Misriyati.
Guru mata pelajaran Bahasa Indonesia itu mengatakan bahwa kegiatan belajar mengajar sempat terhenti selama hampir satu bulan karena banjir merendam sekolah hingga mencapai ketinggian tiga lantai.
Berdasarkan laporan dari lokasi, Senin pagi (5/1) di sekolah para siswa mulai berdatangan ke sekolah. Sebagian siswa berjalan kaki, sementara lainnya diantar oleh orang tua.
Tidak hanya siswa, para guru dan tenaga pendidik juga telah kembali bertugas. Seluruhnya kemudian berkumpul di lapangan sekolah untuk menggelar upacara bendera untuk pertama kalinya sejak bencana terjadi.
Kondisi bangunan sekolah pun tampak telah bersih. Sebagian besar ruang kelas sudah dapat digunakan kembali untuk proses belajar mengajar. Aliran listrik juga telah kembali normal, terlihat dari penggunaan pengeras suara saat upacara bendera berlangsung.
SMAN 4 Kejuruan Muda Aceh Tamiang merupakan satu dari 2.756 sekolah di Aceh yang mengalami kerusakan akibat bencana banjir bandang.
Namun pemerintah bergerak cepat melakukan pembersihan dan pemulihan agar para siswa dapat melanjutkan pendidikan pada semester genap yang resmi dimulai hari ini.
Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) per 30 Desember 2025, sebanyak 2.226 sekolah atau sekitar 81 persen dari total sekolah terdampak di Aceh, telah dibersihkan dan siap digunakan kembali untuk kegiatan belajar mengajar.


