Akademisi dorong penguatan fokus Kementerian Pertahanan dalam menghadapi tantangan Geopolitik Global
Akademisi dorong Kemhan fokus perkuat pertahanan nasional di tengah dinamika geopolitik global.
Elshinta/ AWP
Elshinta/ AWP
Sejumlah akademisi dan peneliti mendorong agar Kementerian Pertahanan terus memperkuat fokus pada mandat utamanya dalam menjaga pertahanan negara, terutama di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks.
Dalam konteks pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, penguatan sektor pertahanan dinilai menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga stabilitas nasional sekaligus memastikan kesiapan Indonesia menghadapi berbagai tantangan keamanan ke depan.
Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Prof. Heru Susetyo, menilai penguatan sektor pertahanan perlu terus dilakukan dalam kerangka negara demokrasi yang menjunjung tinggi prinsip kontrol sipil.
Menurut dia, pembangunan sistem pertahanan yang kuat harus berjalan seiring dengan penguatan institusi sipil sebagai bagian dari fondasi demokrasi.
“Pertahanan negara yang kuat bukan hanya soal memperkuat TNI atau aparat keamanan, tetapi juga memastikan masyarakat sipil tetap menjadi pilar penting dalam sistem demokrasi,” ujarnya.
Pandangan serupa disampaikan pakar hubungan internasional Prof. Connie Rahakundini Bakrie. Ia menilai dinamika geopolitik global saat ini memang mendorong banyak negara untuk memperkuat kapasitas pertahanan mereka.
Namun, menurut Connie, langkah tersebut perlu diiringi dengan strategi keamanan nasional yang terukur dan berpijak pada kepentingan jangka panjang Indonesia.
“Kementerian Pertahanan memiliki peran strategis dalam memperkuat konsolidasi kekuatan militer, mendorong pembangunan industri pertahanan, serta merumuskan strategi menghadapi dinamika geopolitik yang semakin kompleks,” jelasnya.
Sementara itu, dosen hubungan internasional Universitas Nasional Jakarta, Dr. Robi Nurhadi, menambahkan bahwa tantangan keamanan saat ini tidak hanya bersifat militer, tetapi juga dipengaruhi perubahan konstelasi politik global dan rivalitas antar kekuatan besar.
Karena itu, ia menilai kebijakan pertahanan perlu terus diarahkan pada penguatan kapasitas strategis negara agar Indonesia memiliki ketahanan yang adaptif terhadap perubahan global.
Di sisi lain, peneliti kebijakan publik dan good governance Gian Kasogi menilai besarnya perhatian publik terhadap kinerja Kementerian Pertahanan menunjukkan tingginya ekspektasi masyarakat terhadap peran strategis kementerian tersebut.
Menurut dia, fokus yang kuat pada isu pertahanan dan keamanan nasional akan semakin memperkuat kepercayaan publik terhadap arah kebijakan pemerintah.
“Menhan memiliki peran penting dalam memastikan keamanan dan pertahanan nasional berjalan optimal. Dengan fokus pada mandat tersebut, kebijakan pertahanan Indonesia akan semakin solid dalam menghadapi tantangan ke depan,” kata Gian.
Pandangan tersebut disampaikan dalam diskusi publik yang diselenggarakan oleh Indonesia Youth Congress pada Rabu, 11 Maret 2026 di Jakarta.
Forum ini membahas arah politik pertahanan Indonesia di tengah memanasnya geopolitik global, sekaligus menekankan pentingnya keseimbangan antara penguatan sektor keamanan, supremasi sipil, dan tata kelola pemerintahan yang demokratis.
Sumber: Rilis Media DPP Indonesia Youth Congress (Awaluddin Marifatullah)


