Bahlil tegaskan peran pesantren dalam membangun nasionalisme

Ketum Golkar Bahlil Lahadalia menilai pesantren berperan penting membentuk nasionalisme dan pemimpin bangsa.

Update: 2026-03-09 07:07 GMT

Elshinta/ ADP

Indomie

Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa pondok pesantren memiliki peran vital dalam membangun nasionalisme sekaligus melahirkan pemimpin bangsa. Hal tersebut disampaikannya saat melakukan Safari Ramadan di Pondok Pesantren (Ponpes) Azzainiyyah, Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (8/3/2026).

Menurut Bahlil, pesantren tidak hanya menjadi tempat pendidikan agama, tetapi juga berperan dalam membentuk karakter generasi muda yang memahami ilmu pengetahuan, teknologi, serta memiliki semangat nasionalisme yang kuat.

“Sangat tidak elok kalau kita memisahkan pesantren dan negara. Di pesantren anak-anak kita diajarkan agama, ilmu pengetahuan, teknologi, sekaligus nilai nasionalisme,” ujar Bahlil.

Dalam kunjungan tersebut, Bahlil tiba di Ponpes Azzainiyyah pada sore hari dan langsung menunaikan salat Ashar berjamaah bersama para santri. Setelah itu, ia juga melakukan ziarah ke makam ulama karismatik KH Zezen ZA Bazul Asyhab.

Safari Ramadan ini turut dihadiri sejumlah pengurus Partai Golkar, di antaranya Meutya Hafid, Ace Hasan Syadzily, Sarmuji, Puteri Komarudin, Dave Laksono, Agus Gumiwang Kartasasmita, dan Dewi Asmara.

Dalam kesempatan tersebut, Bahlil bersama para santri juga menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan Mars Ponpes Azzainiyyah dan Mars Partai Golkar.

Bahlil menambahkan bahwa pesantren telah memiliki kontribusi besar dalam perjalanan sejarah Indonesia. Lembaga pendidikan ini telah melahirkan banyak ulama, tokoh masyarakat, serta pemimpin bangsa yang menjaga nilai moral dan kebangsaan.

Elshinta Peduli

Sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil juga mengingatkan bahwa pesantren telah hadir jauh sebelum Indonesia merdeka dan berperan dalam membangun karakter generasi bangsa sejak masa penjajahan.

Dalam kesempatan tersebut, Bahlil juga menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mendukung pengembangan dunia pesantren. Beberapa program pemerintah yang disebutkan antara lain Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta peluang beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) bagi para santri.

“Ini bagian dari ikhtiar pemerintah di bawah pimpinan Presiden Prabowo agar program pendidikan tidak hanya dirasakan oleh sekolah umum, tetapi juga oleh para santri di pesantren,” jelasnya.

Bahlil juga menilai bahwa santri memiliki potensi dan kualitas yang tidak kalah dibandingkan siswa dari sekolah umum. Oleh karena itu, ia mendorong agar akses terhadap program pendidikan, termasuk LPDP, juga dapat menjangkau kalangan santri secara lebih luas.

“Saya pikir ini harus kita suarakan terus agar bisa diambil keputusan yang baik. Mereka juga adalah anak bangsa yang memiliki hak yang sama,” tegasnya.

Menurut Bahlil, dukungan terhadap pesantren tidak hanya penting bagi pengembangan pendidikan keagamaan, tetapi juga bagi penguatan karakter kebangsaan dan kepemimpinan generasi muda Indonesia. (Arie Dwi Prasetyo)

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News