Golkar dukung RI ambil langkah tegas soal prajurit gugur di Lebanon

Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia Tandjung mendukung Pemerintah Indonesia untuk mengambil langkah tegas terkait gugurnya tiga prajurit TNI akibat serangan Israel ke markas UNIFIL di Lebanon.

Update: 2026-04-01 11:20 GMT

Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Indomie

Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia Tandjung mendukung Pemerintah Indonesia untuk mengambil langkah tegas terkait gugurnya tiga prajurit TNI akibat serangan Israel ke markas UNIFIL di Lebanon.

"Kita harus bersatu dan mendukung pemerintah Indonesia untuk mengambil langkah dan sikap yang lebih tegas terhadap pihak mana pun yang melakukan kekerasan dan pelanggaran terhadap hukum humaniter internasional dan Konvensi Jenewa," kata dia dalam keterangan diterima di Jakarta, Rabu.

Israel bukan kali pertama melakukan pelanggaran terhadap hukum humaniter. Sepanjang 2025, kata Doli, tercatat lebih dari 8.300 serangan dilakukan Israel ke Palestina dengan pelanggaran mencakup genosida, pendudukan ilegal hingga penggunaan kekuatan berlebihan.

"Melihat semua pelanggaran itu, kita sebagai bangsa berdaulat harus mengutuk keras aksi tersebut, karena mencederai nilai-nilai kemanusiaan. Apalagi dengan adanya korban dari TNI, seharusnya menjadi dasar untuk meningkatkan tekanan kita," ucap Doli.

Ia juga mengajak DPR RI untuk serius mendorong pemerintah melakukan langkah-langkah yang lebih tegas serta terus berkoordinasi dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam upaya mengakhiri perang.

"Krisis ini tidak hanya berdampak secara ekonomi, tetapi juga mengakibatkan korban jiwa di TNI," tutur Wakil Ketua Badan Legislasi DPR RI itu.

Di sisi lain, Doli mendorong pemerintah untuk berpikir ulang terkait keberadaan Indonesia di Board of Peace (BoP). Sebab, menurut dia, serangan Israel yang merenggut nyawa prajurit TNI merupakan bentuk "pengangkatan nyata" terhadap perdamaian yang menjadi nilai utama dalam BoP.

Elshinta Peduli

"Tidak ada gunanya kita duduk bersama di forum tersebut berbicara tentang perdamaian. Namun, di saat yang sama, mereka melakukan genosida, dan terus melakukan kampanye kekerasan ke mana-mana," katanya.

Ia lebih lanjut mengatakan korban serangan bukan hanya prajurit TNI, melainkan juga masa depan keluarga dan anak-anak mereka. Untuk itu, dia mendorong negara untuk memberikan penghargaan bagi para prajurit yang gugur, termasuk anggota keluarganya.

"Negara harus memberikan penghargaan yang tinggi kepada para almarhum yang gugur dalam tugas. Selain itu, pemerintah harus menjamin masa depan anak-anak korban, terkhusus pendidikannya," demikian Doli.

Tiga prajurit TNI yang bertugas dalam pasukan perdamaian PBB di Lebanon, UNIFIL, gugur akibat serangan Israel pada Minggu (29/3) dan Senin (30/3). Mereka adalah Praka Farizal Rhomadhon, Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar, dan Sertu Muhammad Nur Ichwan.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News