Jawab nyinyiran dengan kinerja nyata Presiden Prabowo diapresiasi milenial
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani melaporkan perkembangan pembelian lahan di Makkah untuk Kampung Haji Indonesia kepada Presiden Prabowo, Rabu (30/7/2025). (foto: ist)
Jakarta – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menjawab berbagai nyinyiran dengan kinerja nyata. Sepanjang tahun 2025, realisasi investasi nasional berhasil menembus Rp1.931,2 triliun atau tumbuh 12,7 persen secara tahunan (year on year/YoY). Capaian tersebut setara 101,3 persen dari target pemerintah sebesar Rp1.905,6 triliun.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa keberhasilan realisasi investasi tersebut berdampak langsung pada penciptaan lapangan kerja. Sepanjang 2025, investasi yang masuk ke Indonesia berhasil menyerap 2.710.532 tenaga kerja atau meningkat 10,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Ini adalah hal yang paling penting, yang paling esensial, yang menjadi parameter kita dalam melihat investasi yang masuk ke Indonesia, yaitu pembukaan lapangan kerja kurang lebih 2,7 juta,” ujar Rosan dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Capaian tersebut mendapat apresiasi dari kalangan milenial. Koordinator Aliansi Mahasiswa dan Milenial untuk Indonesia (AMMI), Nurkhasanah, menilai realisasi investasi tahun 2025 menjadi bukti bahwa kebijakan pemerintah tidak hanya berorientasi pada angka, tetapi memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Menurut Nurkhasanah, arahan Presiden Prabowo telah direalisasikan secara konkret oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani. Hal tersebut dinilai mampu menumbuhkan optimisme di kalangan generasi muda terhadap masa depan perekonomian nasional.
“Arahan Presiden Prabowo direalisasikan secara konkret oleh Pak Rosan dan ini memberikan harapan besar bagi kami dari kalangan milenial. Ini sekaligus menjawab berbagai nyinyiran sebagian pihak terhadap kinerja pemerintahan dengan bukti nyata,” kata Nurkhasanah dalam keterangannya kepada media di Jakarta, Senin (19/1/2026).
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa investasi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas, terutama generasi muda yang membutuhkan lapangan kerja berkualitas. “Ini adalah wujud investasi yang berdampak. Bukan sekadar peningkatan nilai dibandingkan tahun 2024, tetapi dampaknya nyata dengan terciptanya lebih dari 2,7 juta lapangan kerja baru,” jelasnya.
Sebagai perbandingan, sepanjang tahun 2024 realisasi investasi tercatat sebesar Rp1.714,2 triliun dengan serapan tenaga kerja sebanyak 2.456.130 orang. Artinya, realisasi investasi dan penciptaan lapangan kerja pada 2025 menunjukkan peningkatan signifikan.
“Kebijakan investasi yang dijalankan sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, yakni memastikan investasi tidak hanya mengejar nilai, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi rakyat, khususnya dalam memperluas kesempatan kerja,” tandanya. (Dd)


